environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Sabtu, 28 Maret 2015

Sebuah Nasehat untuk Diri

Setelah hampir satu bulan (re : 4 minggu) gak punya akhir pekan, akhirnyaa... sekarang (menjelang UTS) masih punya hari Minggu untuk yaa review lah. hari ini ada dua agenda. intinya saya hanya punya hari minggu untuk minggu ini. *curcolmode*

Sebuah Nasehat Untuk Diri.
Ketidakpunyaan akhir pekan selama beberapa minggu ini melahirkan hikmah. saya bertemu dengan orang - orang luar biasa yang mengajari banyak hal. tentang hidup, rasa syukur, pertemanan, dan masih banyak lagi.

Saya lupa kapan jelas tanggalnya. Berbincang dengan salah seorang santri As Salam sebelum ngaji dimulai (dan pas itu yang dateng emang sedikit jadi agak nunggu lama). namanya Hafidz. sesuai namanya, anak yang baru berusia 7 tahun ini pintar sekali mengaji. bersama 8 santri yang datang pada saat itu, saya menanyakan "apa kabar sholatnya?" dan mereka dengan riangnya menjawab ada yang bolong, ada yang penuh, ada yang lain - lain. nah, Si Hafidz ini terdiam. saya menanyakan lagi, "Mas Hafidz sehari sholat berapa kali?". dengan menundukkan kepala Hafidz menjawab "enam". subhanallah! "apa saja mas?" tanyaku. "sholat lima waktu ditambah tahajjud jam tiga." jawabnya. melanjutkan perbincangan, menunggu pukul 16.15
"wah, keren sekali. siapa yang membangunkan mas Hafidz?"
"bangun sendiiri, Mbak Puput."
"setelah itu ngapain?"
"membaca Al Qur'an."

*dyyaaarr
*tepukdada
*selamainikamungapainajaFut

Seorang anak 7 tahun broohhh!!!!
ketika saya memikirkan bagaimana seorang mahasiswa (termasuk saya) yang bekerja menyelesaikan "proyeknya" entah itu tugas, laprak, penelitian dsb.. lembur sampai pagi dan "lupa" tentang Dzat Mahamemberi.
#TamparanKeras

Dari Hafidz ini, pembelajaran baru didapat. dia adalah guru yang sudah mengajarkan hal yang berharga.

beberapa hari sebelum itu, saya bertemu dengan ibu luar biasa yang melahirkan ilmuwan muda Indonesia. ibu beranak 6 yang teguh dan super sekali. beliau adalah sulung dari 10 bersaudara. pembicaraannya bijak, kisahnya mengurai motivasi. mulai dari perjuangannya merawat adik - adiknya sedari kecil hingga saat ini merawat dan menjaga 6 anaknya.

Beliau adalah ibunda Ricky Elson. sosok yang mengajarkan bahwa hidup ini harus ikhlas, apapun yang kita dapatkan, itulah pemberian-Nya. hidup ini sementara, apapun kehidupan kita didunia pasti nanti akan berujung pada kematian. Hidup ini adalah memberi, berikan yang terbaik, apapun, pada orang - orang disekitar atau pada siapapun. hidup ini adalah bagaimana kita mengambil hikmah.

Dan... kisah mengenai Bang Ricky, dimulai dari kisah masa kecilnya hingga menjadi Ilmuwan seperti sekarang ini. Beliau adalah seorang yang bahkan saya sendiri tidak bisa menguraikannya menjadi kata - kata, yang jelas, perjuangan beliau SUPER SEKALI. menjad tamparan pula ketika mengingat bahwa kita sering mengeluh ketika memiliki masalah, namun masalah bukan untuk dikeluhkan, harus dihadapi.

Kisah sederhana sehari - hari saya dengan teman saya... Intan, diskusi, walaupun terkadang kita memiliki perbedaan sudut pandang dan pemikiran yang berbeda. justru itulah yang memperkaya :

- Banyak orang didunia ini yang beragama, namun tidak berketuhanan.
saya tidak akan menjabarkan itu.

- Proporsi berdoa. sudah seimbangkah doa yang kita panjatkan? hanya untuk diri sendiri kah?

doa merupakan salah satu substansi yang penting, namun kadangkala kita terlalu egois dalam berdoa. meminta ini itu untuk diri sendiri. yaa demikian.

Akhirnya, jam sudah menunjuk pukul 5.39. pernah suatu ketika ada yang menanyakan... ALAY banget e ditulis di blog? hehe. saya menulis karena ini adalah suatu kesenangan. siapa tau suatu hari nanti bermanfaat bagi saya sendiri maupun pembaca ^_^

sebenarnya masih banyak sekali pelajaran berharga yang ingin saya tuliskan. pelajaran dari "guru" kehidupan. tapi nanti, saya akan mencoba menuliskan setelah "tetekmbengek" ini selesai.

Asrama Putri Ny.Suharti V
Pagi - pagi dengan kopi

0 komentar:

Posting Komentar