environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Sabtu, 18 April 2015

Memotret Hujan

Air hujan yang jatuh dari langit.. jatuh begitu saja. tanpa diminta, kadangpula diminta. entah dengan doa ataupun dengan garam - garaman yang dihempaskan ke atmosfer sebagai inti kondensasi.
Tahukah kita? ketika hujan turun... Anak - anak dilarang bermain diluar, semua harus masuk. Ada yang mau dan ada yang tidak. Para orang tua melarang anak - anaknya bermain diluar ketika hujan jatuh bukan karena tanpa sebab. Semua larangan, peringatan, tindakan, pasti ada sebabnya. sayangnya... tidak semua anak mengerti akan perintah yang diberikan orang tuanya. tidak semua anak paham ada kebaikan apa dibalik itu semua.

Tahukah kita? ada beberapa orang yang khusyu' sekali menikmati hujan. entah dengan sujud panjang ataukah mengintip hujan dari jendela kamar sambil menghirup harumnya kopi panas. Tidak hanya itu, beberapa orang menikmati hujan dengan cara yang beragam. Pergi ke toko buku lalu menatap etalase sambil membayangkan seluruh isi buku misalnya? hm.. Setiap orang memiliki cara masing - masing untuk menikmati hujan, kan? ada yang suka hujan ada yang tidak.

Tahukah kita? para petani terkadang sedih ketika hujan tak kunjung tiba. sawah mengering, air irigasi jadi rebutan, sumur - sumur asat, binatang ternak kehausan... namun... terkadang petani pun resah ketika hujan turun tak henti - henti. resah apabila sawah tergenang, resah apabila banjir melanda, resah jika gagal panen, resah ketika menatap anak istri yang mereka hidupi. mau makan apa selama 3,5 bulan jika panen gagal?

Tahukah kita? ketika hujan turun di tempat yang berbeda, dengan intensitas dan kapasitas yang berbeda. dibeberapa keadaan, hujan turun dengan derasnya, dengan lama durasinya. namun dibeberapa keadaan pula hujan turun rintik - rintik, pun singkat. Orang bertanya. Mengapa? tak adilkah? tidak demikian, kawan.

Tahukah kita? ketika hujan diklasifikasikan begitu beragamnya oleh para ilmuwan, mulai dari jenis orografis sampai konvektif, dengan segala perbedaan proses dan sebab - akibatnya... Kadang, ada yang menganggap bahwa itu merupakan hal yang rumit, menambah keruwetan. Padahal... diantara kita banyak yang mengklasifikasikan sesama kita dengan berbagai hal tertentu. Mulai dari yang dianggap apatis hingga optimis. Kita membuat sekat - sekat pembeda antara satu dengan yang lainnya. Alasannya sama seperti ketika para ilmuwan mengklasifikasikan hujan... Proses, Sebab - akibat. ya.... memang begitu. kita dan ilmuwan sama - sama manusia,kan? sayangnya tidak ada manusia yang mutlak benar, semua pasti pernah melakukan kesalahan. Limit x menuju kebenaran, mungkin?

Ada hal - hal diluar sana yang kadang disepelekan, namun justru mampu membawa hikmah.
wallahu'alam.

Ditemani hujan.
Pelukis asa
Yogyakarta, 18 April 2015
*Niatnya renungan mingguan. Habis daftar volunteer lagi, entah bagaimana hasilnya. 

0 komentar:

Posting Komentar