environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Sabtu, 09 Januari 2016

Kisah Bunga dan Dua Pengembara

credit : www.digaleri.com

Alkisah, di sebuah kebun yang luas, hiduplah berbagai jenis bunga. Ada yang merah, ada yang putih, ada yang berduri dan ada pula yang tidak berduri. Suatu hari, seorang pengembara bernama Phoenix berjalan menuju kebun itu, sebelumnya dia tidak pernah mengetahui seberapa luas dan panjang jalan di kebun itu. Di dalam kebun, banyak bunga - bunga nan elok dipandang mata. Namun ada satu syarat, jika ingin memetik bunga, harus ada satu bunga saja yang harus di petik. Apabila telah keluar dari kebun, maka tidak diperbolehkan untuk kembali lagi. Phoenix tertuju pada satu bunga yang berdiam diri dan seolah tersenyum ke arahnya. Bunga tersebut cukup cantik dan agak berduri, namun baunya sangat harum. Phoenix yang terkesima melihat bunga itu lantas berfikir apakah dia akan memetiknya ataukah tidak, bunga itu begitu wangi, yaa walaupun memiliki duri. Tak lama kemudian, Phoenix menoleh ke kanan dan ke kiri. Berfikir sejenak, gumamnya....

"Hmm... Petik atau tidak yaaa.. Tapi perjalananku masih panjang, di sana pasti ada bunga yang lebih wangi dan cantik dari bunga ini."

Akhirnya, Phoenix pun berlalu begitu saja dan tetap pada pendiriannya : berfikir menikmati kebun sambil mencari bunga yang 'lebih' dari standartnya. Sang bunga pun memandangi Phoenix dengan penuh harap, dia berharap, sebelum Phoenix benar - benar keluar dari kebun, Phoenix berubah pikiran dan kembali padanya. Namun apa dikata, Phoenix tetap melanjutkan perjalanannya. 

Hingga suatu ketika di ujung kebun -- Phoenix tidak pernah mengetahui seberapa panjangnya -- dia tidak menemukan satu pun bunga yang sesuai dengan seleranya. Bergegaslah Phoenix menoleh, namun ternyata pintu gerbang kebun telah tertutup. Dengan lara hati, Phoenix meratapi keputusannya. Pupus sudah harapan yang selama ini dia bangun. 

Kemudian, bagaimana dengan sang bunga?
Phoenix yang bersedih hati, kemudian menunggu di dekat pintu keluar kebun bunga, Seorang pengembara yang tidak ia kenal beberapa saat kemudian keluar dari kebun dan membawa setangkai bunga, bukan bunga yang Phoenix inginkan. Dia terus menunggu, pengembara - pengembara berikutnya pun lewat, hingga sebanyak lebih dari sepuluh pengembara, dan tidak ada satupun yang membawa bunga tadi. 

Akhirnya, pada saat pengembara ke-11 keluar dari pintu kebun bunga sambil membawa bunga --yang lain--, Phoenix tak kuasa menahan isi hatinya dan menceritakan semuanya ke pengembara tersebut, tak lupa, dia menanyakan kabar bunga --yang ia jumpai-- apakah masih pada tempatnya ataukah telah diambil oleh orang lain.

Pengembara ke 11 itu berkata 
"Taukah engkau, aku sudah sangat cukup lama berada di dalam kebun itu, bahkan sebelum kau memasukinya. Aku sering melihat ada seorang pengembara bernama Pegasus yang setiap hari selalu memandangi bunga nan elok dan wangi itu, dia hanya memandangi dari kejauhan, tak berani mendekat. Setiap saat dia berbisik 'semoga bunga itu diambil oleh tangan yang tepat', Pegasus memosisikan dirinya sebagai sahabat si bunga itu, dia tidak akan mau ada hewan atau apapun yang merusak bunga tersebut."

Phoenix pun tertegun dan berkata lagi
"Lantas, sekarang bagaimana keadaan bunga itu? Aku cukup menyesal karena tidak bisa mengambilnya. Dan, bagaimana dengan Pegasus? Apakah dia sudah keluar dari kebun ini?"

Sang pengembara geleng - geleng kepala sambil menepuk jidat dan menjawab "Bunga itu baik - baik saja, tiap hari wanginya makin terasa, durinya tumbuh kuat namun sekarang cukup renggang, warnanya kian merona. Dan taukah? Pegasus belum keluar dari kebun itu. Tiap hari dia yang merawat dan membuat bunga itu selalu ceria."

"Mengapa Pegasus tidak mengambilnya?" Lanjut Phoenix

"Dia hanya akan memetiknya pada saat yang tepat."

"Bagaimana jika ada pengembara lain yang memetik bunga itu?"

"Pegasus hanya meminta yang terbaik, siapapun, yang dapat memetik bunga itu, dan dia akan merelakannya, asal pada tangan yang tepat."




***

0 komentar:

Posting Komentar