environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Selasa, 15 Maret 2016

Tentang Menyakiti dan Disakiti

Pernah nonton film "The Imitation Game?" Film tersebut menceritakan tentang bagaimana kerja keras dan usaha Alan Turing dalam memecahkan Enigma.Alan Turing adalah cryptanalyst legendaris terbaik di dunia, ahli matematika, sebagai dosen di University of Cambridge serta pemecah kode terbaik di dunia. Film yang disuteradari oleh Morten Tyldum ini pernah mendapat nominasi Academy Award untuk kategori film terbaik.

Atau pernah nonton film "San Andreas"? Sebuah film yang diluncurkan pada 2015 lalu dan menyita perhatian publik. Film ini disuteradarai oleh Brad Peyton dengan penggubah musik yang luar biasa, Andrew Lockington. Film Sains-Fiksi tersebut menceritakan bagaimana sebuah keluarga yang saling mencari dan menyelamatkan diri dari akibat adanya gempa besar yang mengguncang patahan San Andreas dan berujung pada tsunami. Ya walaupun secara teoritik ilmu pengetahuan, film ini terlalu berlebihan. Hehe.

Dalam film The Imitation Game, ada suatu klise dimana Alan Turing bertemu dengan seorang gadis yang cerdas, pada saat itu Joan Clarke, nama gadis tersebut, terlambat untuk mengikuti seleksi agen rahasia sebuah stasiun radio melalui jalur seleksi teka - teki silang. Waktu yang diberikan adalah sebanyak 6 menit dan Joan berhasil menyelesaikan pertanyaan - pertanyaan itu dalam waktu 5 menit 13 detik, semua lawannya adalah pria, dan Joan, yang paling cepat.

Turing dan Joan bekerja di sebuah stasiun radio untuk memecahkan suatu kode rahasia yang digunakan oleh pasukan Jerman pada saat perang kala itu dengan Inggris. Hitler begitu epik dalam merancang kode sehingga sangat sulit untuk dipecahkan. Bekerjalah Turing dan kawan - kawannya untuk menguak informasi dari kode - kode tersebut. Awalnya, Turing bukanlah team leader, namun dia ingin merancang suatu mesin yang kiranya bisa digunakan secara efektif dan efisien dalam pembacaan Enigma. Hingga suatu hari, ketika rancangannya disetujui oleh Pemerintah Britania Raya, Turing menjadi team leader dan kemudian memecat dua anggotanya (salah satu anggota tersebut adalah ketua saat sebelum Turing menjadi ketua). 2 anggota tersebut marah, protes, kesal, dan bahkan, teman - teman satu tim dengan Turing menganggap bahwa Turing tidak memiliki rasa kemanusiaan. Hampir setiap hari ruang kerja berasa dingin walaupun terdapat 3 anggota dari project itu.

Christoper, nama mesin itu, pernah mengalami kegagalan pada saat pengujian pertama. Anggota Turing marah besar dan menganggap Turing tak becus. Hingga akhirnya terjadilah baku hantam, Namun semenjak keberadaan Joan di tim itu, Turing bekerja sewajarnya, hingga ketekunannya berbuah manis : Christoper dapat memecahkan enigma. Suatu hari, Turing menemui Joan dan Joan mengatakan bahwa ia harus pulang ke orang tuanya dan menikah. Turing menahannya, dan mengatakan bahwa dia bahagia bersama Joan disini. Walaupun, keduanya adalah sosok sosok karirisme *abaikan istilah hehe*. Turing mengajak Joan untuk menikah, akhirnya dipinanglah Joan dengan sebuah cincin yang terbuat dari filamen kabel.

Suatu ketika, Turing mengatakan bahwa dia membatalkan rencana pernikahan, sebabnya adalah, Turing takut kalau tidak bisa mencintai Joan dengan selayaknya, karena dia sendiri adalah seorang homoseksual. Joan awalnya dapat menerima hal tersebut dengan statemen bahwa "cinta kita adalah cinta yang sewajarnya. Aku tetap menjadi aku, dan kamu tetap menjadi kamu." namun Turing tidak bisa. Kecewalah Joan, dia menampar Turing lalu meninggalkannya.

Beberapa tahun kemudian, Joan datang berkunjung ke kediaman Turing, saat itu ternyata dia telah bersuami dengan seorang tentara. Joan meminta Turing untuk kembali membuka mata terhadap dunia luar, hingga akhirnya, Turing mati bunuh diri setahun setelah itu. 4 tahun setelah Turing mati, Inggris membunuh hampir 4000 pasangan homoseksual karena dianggap menyalahi norma. Dan larangan itu dihapuskan (kira - kira, kalau tidak salah) ketika tahun 2013.

Berbeda dengan San Andreas yang lebih menceritakan tentang kekeluargaan, Ray dan Emma, orang tua dari Blarke. Keduanya mengalami permasalahan rumahtangga dan Emma memiliki pacar baru. Suatu hari, Pacar Emma mengajak Blake untuk mengunjungi suatu pameran bisnis di California. Namun pada saat itu terjadilah gempa dan Tsunami, Pacar Emma tidak peduli dengan keselamatan Blake justru dia meninggalkan Blake dan melarikan diri untuk mencari perlindungan. Beruntunglah Blake ditolong oleh seorang laki - laki yang baru dikenalnya, mereka berusaha menyelamatkan diri. Sementara itu, Emma yang saat itu sedang berada dengan koleganya di tempat yang juga mengalami gempa, tidak bisa berbuat banyak. Ray, seorang tim kebencaaan US, mendengar kabar bahwa tempat dimana anak dan istri mereka berada sedang dalam bahaya. secepat mungkin Ray menghampiri istrinya dengan helikopter dan menjemputnya, lalu bersama - sama mencari Blake dan mereka akhirnya bersatu kembali.

Ya, kita tidak akan pernah bisa memaksa orang lain untuk tidak menyakiti, dan bahkan kita, belum tentu bisa mencegah diri untuk tidak menyakiti.

Cara terbaik adalah : Menerima. Kemudian memaafkan. Baik diri sendiri maupun orang lain.

Kalau kata Mas Duta "Ku harus bisa, bisa berlapang dada, ku harus bisa, bisa ambil hikmahnya".

Segala sesuatu dalam hidup ini layaknya hukum newton iii : aksi - reaksi, sebab akibat.

Selamat Malam!

Tertanda,
Gadis dengan Chococips di meja belajarnya.

Yogyakarta. 15.03.16
#self.reminder

0 komentar:

Posting Komentar