environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Senin, 28 Maret 2016

"Terserah"

Sepertinya sangat cocok digunakan untuk para kawula yang sudah menyerah, ya?
Hm.

Suatu hari, ketika kita menawari seseorang untuk makan bersama, dan kita menanyakan "mau makan apa?" | Terserah.
Ketika ada tugas yang harus direvisi, dan kita menanyakan "Tugasnya mau digimanakan?" | Terserah.
Ketika kita mengadakan janji, misal untuk menyelesaikan makalah dan lain sebagainya, dan kita menanyakan "Enaknya mau kerjain kapan? di mana?" | Terserah

Atau,
Ketika kita sudah berusaha sepenuh hati, bekerja keras, mengeluarkan segenap upaya, dan hasil belum kunjung kelihatan | Terserah Tuhan, lah!

Kata 'terserah' sepertinya memang identik dengan suatu 'penyerahan'. Betul?
Dapat diartikan sebagai kita yang acuh, atau bisa juga karena kita tidak memiliki daya maupun opsi lain.
Namun demikian, sekali lagi, setiap tindakan mengandung konsekuensi, dan konsekuensi tidak lepas dari tanggung jawab.

choosing to follow your heart can be a rational act as long as you have weighed up every option equally.

Senin pagi.
Hari pertama UTS.
Semoga lancar dan diberi kemudahan, ya! Aamiin.

#SelfReminder
Dengan segelas air putih di meja dan cokelat almond pemberian ayahnya yang sudah habis dimakan.

0 komentar:

Posting Komentar