environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Sabtu, 03 September 2016

Perempuan (2): Bapak Bilang, Menyakiti Wanita itu Haram Hukumnya



 "Berbuat baiklah pada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas, maka sikapilah wanita dengan baik." (HR. Al-Bukhari kitab An-Nikah No. 5186)

Selepas dhuhur dan mengingat kembali semua memori yang pernah ada, diantara kecemasan dan kerinduan. Bapak, Aku membutuhkan sosokmu, Pak. Sekarang.
Baiklah, akan saya mulai dari mana? terkait ikhwal yang satu ini, bagaimana jika saya menuliskannya dengan bercucuran airmata?
Ketahuilah, siapapun kamu, laki-laki ataupun perempuan, ada beberapa orang yang akan sangat berpengaruh penting dalam hidup kita, yang pertama dan utama yakni IBU. Apakah beliau laki-laki? Bukan, beliau perempuan. Lembut tuturnya, kasih sayang dan pengorbanan yang ia tampakkan maupun tidak, Perhatiannya kepada kita, walaupun dalam bentuk omelan dan kemarahan, tapi sesungguhnya marahnya itu tidak ada apa - apanya dibandingkan dengan semua yang ia berikan kepada kita.
Ia mungkin tidak secantik kita, tidak semolek kita, tidak se-up to date kita, dan mungkin banyak sifat yang tidak disukai baik kita maupun orang lain. 
Jika kamu, laki-laki, mencari perempuan yang sempurna, sampai matipun tidak akan pernah kamu dapatkan perempuan itu. Mau menunggu sampai apa? Sesuai standar? Standar yang bagaimana? Ketahuilah, setiap perempuan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, memang begitu fitrahnya agar dunia ini tidak monochrome, dan, ada baiknya sebelum mengorek-orek tentang kelemahan perempuan, orek-oreklah terlebih dahulu dirimu atas kelemahan itu. Apakah kelemahan itu justru disebabkan oleh dirimu dan perspektifmu sendiri?
Ada perempuan yang dikenal "kuat". Ada. Tapi sekuat-kuatnya perempuan, apabila dia tersakiti, apakah tidak akan remuk hatinya? Tangisan perempuan bukan tanda dia lemah, tapi memang begitulah Tuhan menciptakannya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Tangisan juga bisa berarti dia memulihkan diri untuk mendapatkan kekuatan baru.
Tetap, berdasarkan agama yang saya yakini, menyakiti hati saudara kita sendiri memang tidak diperbolehkan. Tapi manusia, bisa apa? Kadang yang tidak berniat menyakiti pun bisa dipandang menyakiti.
Ada yang mengatakan, sukses tidaknya seorang laki-laki bisa dilihat dari dua orang terdekatnya, yang pertama, siapa ibunya, dan yang kedua, siapa istrinya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita (perempuan) mau belajar dan mengambil hikmah dari semua kejadian yang pernah kita alami, menuntut ilmu dari para guru, serta mempersembahkan sebaik-baiknya doa untuk kita sendiri, yang akan menjadi istri dan ibu kedepannya. Wallahu'alam
Semoga dalam perjalanan nanti, kita dipertemukan dengan orang yang kuat dan sama-sama mau untuk berjuang.












0 komentar:

Posting Komentar