environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Minggu, 25 September 2016

Refleksi: Dua Tahun menjadi Mahasiswa Geografi

Ketika membantu penelitian kakak-kakak angkatan 2012 dengan UNESCO
Tulisan ini spesial ditulis untuk adik-adik pandu saya, SIC Kelompok 7.

2014 lalu, saya dinyatakan diterima di salah satu Universitas terbaik di Indonesia, di fakultas - satu-satunya PTN yang punya -- Fakultas Geografi, di Prodi yang satu-satunya ada di Indonesia, Prodi Geografi Lingkungan, melalui jalur SNMPTN di pilihan pertama. Senang? Tentu! siapa yang tidak senang bisa belajar di tempat yang kondusif dengan pilihan studi yang disenangi? Saya merasa bersyukur ditempatkan di sini. Entah apa yang akan terjadi kedepannya, semuanya pasti sudah ada yang mengatur, kita hanya perlu berbaik sangka dan memaksimalkan proses dengan optimal.

Dua tahun yang lalu, ketika menjadi mahasiswa baru, biasa lah ya, namanya "Baru" belum mengenal seluk beluk kampus lebih lanjut, saya begitu idealis mengikuti organisasi sana-sini, tak tanggung-tanggung, 5 organisasi saya ikuti. Tetapi disini, prinsip saya sebagai akademisi dan anak Pak'e Buk'e tetep jadi yang utama. Setiap pagi saya harus bangun awal dan mengerjakan tugas maupun laporan, setiap harinya sudah disibukkan dengan perkuliahan 23 SKS lengkap dengan tugasnya, setiap malam terancam telat pulang gara-gara harus ada rapat maupun diktat yang harus diselesaikan. Begitulah kisah awal saya menjadi maba semester 1. 

Bosan? Mengeluh? Tentu saja, semua itu wajar. Di organisasi, saya belajar banyak hal, menjalin relasi dengan orang lain, menempatkan diri, tanggungjawab, mengatur waktu, dan masih banyak lagi. Disinilah saya anggap organisasi adalah ajang untuk menggodok kepribadian. Mau jadi strong atau sotong, kita sendiri yang menentukan. Nmaun saya ingat kembali apa yang menjadi tujuan saya, saya ingin menjadi seorang akademisi, maka dari itu, paham akan materi perkuliahan dan bisa melakukan penelitian adalah hal yang saya idamkan.

Pada semester ke-dua saya diizinkan untuk melakukan perjalanan ke negeri antah berantah dengan misi akademik, pada semester 3 saya mendapatkan amanah untuk menjadi salah satu duta di salah satu bidang keilmuan dari instansi yang ada di Republik Indonesia, dan pada semester 4 saya kembali mengibarkan "passion" di bidang penelitian dengan melakukan perjalanan kembali. Semester 1 ngapain, kak? Semester 1 saya hanya "nebeng" ke kakak-kakak keren 'role-model' saya. 

Bagaimana membagi itu semua? Ingatlah, waktu adalah dua mata pisau. Semua hal kembali pada kita, apa yang kita inginkan sudah sesuaikah dengan apa yang kita lakukan? Mimpi kita, besarnya apakah sama dengan usaha kita? Baiklah, ini juga bisa menjadi nasehat buat saya pribadi. Intinya, ketika kamu terjun di suatu organisasi, jika kamu merasa mau dan mampu, tidak akan ada salahnya. Ikuti saja sesuai keinginan dan kata hatimu, semakin lama kamu akan menemukan apa yang kamu cari. Ikuti apa yang menurutmu baik, dan tentu selipkan doa pada setiap menghadap pada Tuhan ya :) Heheh

Sampai saat ini, saya masih diamanahi dalam 5 organisasi, sampai saat ini, Puji Tuhan saya masih dikaruniai waktu untuk membaca.

Ketika kita berbicara tentang penguasaan mata kuliah, tentu kita tidak bisa semena-mena menyatakan "aku ga belajar, geo kan gampang". Menurut saya, Geografi merupakan ilmu yang susah, bayangkan kita harus mengkombinasikan semua unsur yang ada di permukaan bumi, menyusun kerangka pikir, merumuskan masalah, kemudian menganalisis hasil dari sebab akibat. Berbanggalah ketika menjadi bagian dari mahasiswa geografi, suatu pola pikir dari pendekatan ilmu yang tidak didapatkan dari ilmu manapun. Memang susah, tapi tidak ada salahnya kan kalau kita bisa mendalaminya? Di luar sana, ilmu geografi adalah ilmu yang sangat diminati, bahkan presiden Amerika yang keberapa itu saya lupa, pernah mengatakan bahwa, Geografi adalah Induk dari Ilmu Pengetahuan. Wuuh, kece kan?

Ketika saat ini kita sering mengeluh dan merasa ga mudeng dengan ilmu wilayah, teori Whyne, penginderaan jauh, Olah citra, manajemen lingkungan, taksonomi tanah dan lain sebagainya, percayalah, mungkin Tuhan iingin supaya kita bisa bermesra-mesraan dengan itu semua, supaya kita makin cinta. Mungkin suatu saat kita bisa menuliskan cerita indah, hasil perjuangan kita dengan itu semua.

Yakinlah, apa yang kita lakukan saat ini, tidak akan ada yang sia-sia.

"Berfikirlah untuk melakukan yang terbaik sebelum mengharapkan menjadi yang terbaik!"

Asrama Suharti V,
Salam kecup penuh Cinta

Emakmu, 
Futuha

0 komentar:

Posting Komentar