environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Selasa, 25 Oktober 2016

Kesyukuran yang Patut Dijalani


"Hujan bawa ku kembali.."- Teman Imaji, sebuah film pecah karya Prawita Mutia

I will give you very buzzword ideas by Austen in her book Pride and Prejudice, ‘A woman must have a thorough knowledge of music, singing, drawing, an the modern languages, to deserve the word, and besides all this, she must possess a certain something in her air and manner of walking, the tone of her voice her address and expressions, or the word will be but half deserved,’ and it is added, ‘All this she must possess, and to all this she must yet add something more substantial, in the improvement of her mind by extensive reading..’

Berdamai dengan diri sendiri,

Sederhana, tapi sangat sulit untuk dilakukan. Ketika berhasil, kesyukuran itu datang dengan sangat melegakan. Puji Tuhan masih dikaruniai anugerahNya.

Baik, pembaca blog saya saat ini sudah mencapai 3000 orang. angka yang cukup mengagetkan untuk ukuran "tempat sampah" seperti ini. Tapi, teman saya pernah berkata: Bagimu mungkin tempat sampah, tapi bagi beberapa orang atau seseorang, ini adalah harta karun.

Lupakan

Malam ini saya mau cerita. Cerita ringan sih.. Tapi bukan berarti saya gabut ya..
Beberapa hari yang lalu saya gabung di suatu komunitas. Tau soundcloud-soundcloud nya Mba Prawita Mutia? Hm, kalo belum tau coba search di Google! Riuh renyah bunyi petikan gitar dan syair ringan yang membuat keceriaan, setiap pagi, ketika saya membaca, apapun itu, kadang playlist itu selalu menemani. Tidak jarang saya senyum-senyum sendiri melihat jendela sambil berkata lirih dalam hati: Oh ya, aku masih punya banyak hal.

Kebetulan hobby melukis saya "pulang lagi", semenjak keberadaan koi water color saya jadi betah berlama-lama duduk di depan meja belajar, di mana meja belajar saya menghadap langsung ke arah jendela. Saya sengaja memasang gorden dengan motif bunga dan warna pastel agar senada dengan desain kamar saya yang minimalis nan riuh. Beberapa situs mendukung saya untuk berimajinasi liar. Mau tau hasil lukisan saya? Coba deh lihat di instagram punya saya! (@futuhasara).

Tampaknya saya sedang senang dengan kegiatan baru saya! Membaca, belajar menggambar, mendongeng, memasak, dan mencintai orang orang yang masih bersedia untuk bersama dengan saya. Sesederhana itu, kebahagiaan dapat saya rasakan, ketenangan jiwa, skala prioritas yang satu per satu mulai tertata: Tuhan, Orang tua, Keluarga, Teman, Kekasih.

Setiap bangun pagi, segelas kopi, buku bacaan, dan beberapa playlist menemani, saya selalu membuat janji bahwa setiap bangun tidur, seusai wudhlu, tolong senyum di depan cermin, sambil bilang betapa berharganya kamu ada di dunia ini. Seketika itu menjadi obat tersendiri. Terkadang, yang nampak itu memang yang tak sebenarnya, begitu kata Rizka, temanku. Tapi ya mau gimana lagi.. Hehehe. Selama kita bisa menemukan kedamaian atas keberadaan kita sendiri? Its okay. Pendapat orang hanya ada dua pilihan: yang pertama menjatuhkan, yang kedua menguatkan. Tergantung kita mau pilih yang mana. Toh, dunia ini hanya masalah perspektif kan? Ilmu pengetahuan menggunakan pendekatan tertentu, bahkan yang agamanya sama, perspektifnya bisa beda kan?

So?

Kebahagiaan kita sendiri kok yang menentukan :)

Daaan, kebahagiaan yang saya rasakan dan yang ingin saya bagikan adalah, saya tergabung ke dalam komunitas "Book for Mountain". Apa itu BFM? Teman-teman bisa kepo via http://bookformountain.tumblr.com/
22 libraries, 1 emergency school, 19 villages, 8 islands || We Love Kids, We Love Books, We Adore Indonesia
Saya tergabung di divisi edukasi, dengan emak Naisa Aqila. Yaa sesama buku holic yang kadang melow-melow bareng ga jelas. Hahaha. Program dekat ini adalah sekolah berjalan, sayangnya saya belum bisa ikut program perdana pasca oprec ini, saya harus ke Malang untuk mengikuti Pekan Ilmiah Tahunan Ikatan Geograf Indonesia.

Saya memiliki harapan besar di komunitas ini, cerita lebih lanjut akan saya posting beberapa hari ke depan.

BTW, saya masih heran kenapa tempat sampah ini banyak pengunjungnya. Hehe. 

0 komentar:

Posting Komentar