environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Minggu, 15 Januari 2017

Harapan (1)

Aku memiliki seorang teman perempuan. Usianya mungkin lebih tua dariku, tapi dia senang bercerita kepadaku bahkan membawakanku cokelat batangan kesukaanku saat dia datang untuk bercerita. Suatu hari temanku ini sangat murung. Sambil membawa tasnya, dia merebahkan diri di kursi ruang tamuku. Aku heran, gadis seceria dia bisa berubah seperti sedang tertutup oleh awan cumulonimbus. Aku membawakannya air putih, dan kemudian dia memulai percakapan,


"Sarah, aku sedang bingung. Ada dua laki-laki baik yang mengutarakan kekagumannya kepadaku."

Aku diam, hal ini tentu terasa sulit. Walaupun mungkin aku pernah mengalaminya juga.

"Laki-laki yang satu ini, sebut saja A, dia sedang bersamaku. Tapi aku merasa hal tersebut adalah suatu kesalahan. Aku tau dia menyayangiku, tapi aku tidak merasa tentram dengan itu. Sedangkan, laki-laki satunya lagi, sebut saja B, dia menyukaiku dari dulu, ketika aku sedang bersama laki-laki lain,  dia tetap menunggu. Bahkan hingga sekarang. Beberapa temanku mengatakan, laki-laki ini pernah tersakiti lantaran aku membersama laki-laki A. Dan dia sangat tersakiti ketika mengetahui bahwa laki-laki A tidak memperlakukanku dengan baik. Kisah ini nampak seperti drama, tapi ya begini adanya. Disitu aku berfikir, kasih sayang keduanya mungkin ada. Tapi aku tidak tau kadarnya.

Ketika aku bertanya, atas dasar apa mereka menyukaiku, jawaban keduanya hampir sama, sama-sama karena wawasan, keanggunan, dan pemikiranku. Aku tidak keberatan ketika ada laki-laki yang menyukaiku lantaran hal tersebut. Tapi yang aku titikberatkan di sini adalah, mau sampai kapan dua laki-laki itu menunggu? Aku tidak tega jika melihat mimpi mereka kandas gara-gara hal tersebut. Di lain sisi, jika mereka benar-benar menyukaiku, dan keduanya datang suatu saat nanti, aku harus memilih salah satu,kan? Itu sangat berat bagiku."

Temanku berhenti ceita sampai disitu, aku menangkap poin penting dalam ceritanya: kebingungan.

Waktu yang akan menjawab semuanya. Tuhan telah menyiapkan orang yang tepat, di waktu yang tepat. Kita hanya perlu bersabar dan menyikapi semua dengan wajar. Perihal siapa nanti yang akan disakiti dan menyakiti, hal itu mutlak akan ada, dan kita semua tidak bisa menghindarinya, kan?

Tetaplah berhati baik, sebab, hati yang baik akan mengenali hati yang baik pula. Dan, selipkanlah harapan dalam setiap permohonan kita. Sebab, harapan membuat impian selangkah lebih maju, kan? Dengan usaha, doa, tentunya. Kita harus meyakini sepenuh hati bahwa masa depan adalah kuasaNya. Apapun yang kita lakukan hari ini atau di masa lalu, baik kesalahan maupun hal-hal yang baik, itu semua adalah pelajaran. Yang notabenenya, dapat kita ambil hikmahnya. Sebab Tuhan telah bersedia menjadi guru kita, kan? Lewat seluruh rangkaian proses kehidupan yang kita jalani.

Hidup memang sebuah pilihan, ada saat sulit, dan ada pula saat mudah. Tugas kita hanyalah mengerjakan hari ini dengan sebaik-baiknya, menyelesaikan urusan satu untuk mengerjakan urusan lainnya, setalah itu, sisanya adalah harapan baik yang kita sampaikan kepada Tuhan.

Yogyakarta, 15 Januari 2017

0 komentar:

Posting Komentar