environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Kamis, 09 November 2017

ESOK

"Jika Esok adalah sudah menjadi ketetapanNya, aku bisa apa?"



Apa yang terjadi hari ini akan selalu kita syukuri esok hari...


Esok, semua kekecewaan, rasa sakit, dan kesedihan hari ini akan membuat kita tersenyum, bahwa ternyata kejadian-kejadian menyakitkan, mengecewakan, menyedihkan, -yang membuat kita terseok-seok hari ini- akan mengantarkan kita pada suatu pembelajaran dan ajian kekebalan. Adalah mengajari kita untuk bertumbuh dan lebih kuat dari waktu ke waktu.

Esok, semua penolakan dan kegagalan yang kita alami akan mengantarkan kita pada hal yang membuat kita tersenyum, pada kebahagiaan yang semestinya. esok akan kita temukan ketulusan yang benar-benar. Ketulusan yang tidak dibuat-buat. Ketulusan yang mau dan mampu menerima kita-apa adanya kita, dan-masa lalu kita.

Esok, segala macam pengorbanan, entah waktu, pikiran, perasaan, material, atau-apapun akan membuat kita menghela nafas lega. Tidak ada yang sia-sia dalam sebuah pengorbanan. Proses itu tidak akan mengkhianati hasil, dan doa... tidak ada doa yang jawabnya 'tidak', Tuhan akan selalu menjawab 'iya', kan? Entah saat itu pula, disimpan, digantikan, atau bahkan dijadikan tabungan ketika di akhirat kelak...

Esok, kita akan sampai pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita hari ini. Mau kerja di mana kita, jadi apa, siapa yang akan mendampingi dunia-akhirat kita, berapa anak kita, tinggal di mana kita nantinya- Esok... Jawaban-jawaban itu akan hadir, di saat dan waktu yang tepat. Saat Tuhan berkata 'Iya'.

Esok, kita akan paham bahwa keresahan dan kekhawatiran kita hari ini akan membuat doa-doa kita lebih berkualitas. Lebih memiliki kekuatan, lebih merendah, lebih tulus, dan lebih berpasrah. Tuhan akan menyukainya, kan? Ah, Tuhan suka dengan cara kita yang merengek-rengek seperti itu. Dia kemudian akan berkata 'Sabar hambaKu, aku sedang menyusun skenario terbaik untukmu.'

Percayalah bahwa apa yang terjadi hari ini semua adalah proses buat kita, bukti Tuhan menyayangi kita. Tuhan ingin kita menangis untuk merasakan senang, Tuhan menciptakan rasa kecewa supaya kita berusaha menjadi orang yang tidak mengecewakan orang lain. Tuhan mengatur skenario kita disakiti, dijauhi, dikhianati, dibenci, dicemooh, agar kita paham... bahwa kita tidak boleh seperti itu, bahwa kita... jangan sampai merusak jalan cerita orang lain, meskipun sebenarnya, jalan cerita sudah terlukis indah dalam lauhul mahfudzNya.

Tujuan itu, untuk esok itu, tidak kemana-mana. Jangan berhenti. Nanti tidak sampai.

Mari lakukan sebaik mungkin versi kita. Sematkan pula doa dan harapan-harapan baik, Semoga Tuhan mempertemukan kita kedalam kebaikan-kebaikan versiNya.

Sleman, 9 November 2017



0 komentar:

Posting Komentar