environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Minggu, 31 Desember 2017

Tentang Ja(t)uh Cinta, Patah Hati, dan Jatuh Cinta Lagi


Be happy,
Not because everything is good
but because
you can see the good
in everything


Kenapa kalimat pembukanya getoh dah? wkwkk. Itu sebenarnya buat closing, tapi gapapa, ditulis di awal. Biar kepo.

Dari judulnya, gak usah ditebak-tebak. Ini agak sensitif, nyentil, dan apa ya.. hahaha.

Oke. agak serius. wkwkwk. Gak sih, sbenernya iseng aja nulis ini. Lha wong cuma 10 menit nulisnya wkwkk.
-----

Tentang ja(t)uh cinta

Setiap orang memiliki cara dan versinya masing-masing dalam hal ini. Bisa dari pandangan pertama, pandangan selanjutnya, pandangan ke sekian, atau bahkan pandangan batin (lhoh). setiap orang memiliki cara yang unik dalam mengekspresikan cintanya. Memiliki beeeerbagai macam hal yang membedakan dan menjadi ciri antar satu orang dan orang lainnya. Ada yang mesra dan mempublikasikannya, ada yang diam malu-malu diketahui orang banyak, ada yang hanya dengan tatapan dan senyuman serasa sudah mewakili besaran cintanya. Ya. saya yakin, setiap orang unik dengan caranya masing-masing!

Ja(t)uh cinta, bagi sebagian orang buknlah hal yang mudah. Memerlukan berbagai macam pertimbangan dan kadang, masih bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
benarkah aku jatuh cinta?
benarkah dia orangnya?
apakah yang aku lakukan benar?

Lagi-lagi, perasaan bertanya-tanya itu sering muncul. Apalagi di usia 20 tahunan ke atas. benarkah dia orangnya? adalah pertanyaan yang sering bikin kawula muda menjadi bimbang. galau. kzl sama diri sendiri. Jika sudah menemukan yang baik dan pas, selamat, Anda beruntung! Eits, tapi ingat ini....

Tentang Patah Hati

Setiap orang juga punya cara yang unik untuk patah hati. Ada yang mematahkan hatinya sendiri dengan asumsi-asumsi yang dibuatnya, ada yang mematahkan hatinya sendiri karena intuisi-intuisinya, ad pula, yang intuisinya benar, kemudian patah hati beneran! a.k.a melihat kenyataan yang sebenarnya.

Pada ikhwal ini, patah hati dapat dialami pada beberapa jenis periode: ketika jadi secret admirer/pengagum jarak jauh; ketika jadi gebetan; ketika berstatus (yang belum diakui Negara dan agama); dan ketika sudah berstatus beneran. di poin 1,2,3, semua pasti kena. Dan itu, fase yang sangat umum, bukan?
which is, patah hati patah hati pada periode-periode itu kan banyak di alami sama orang-orang wkwkwk.

Hanya saja, jangan berlarut-larut, karena ada yang namanya....

Tentang Jatuh Cinta Lagi

Ada yang mengatakan bahwa obat patah hati itu ada dua, yang pertama adalah waktu, yang kedua adalah orang baru. Namun, bagi sebagian orang, orang baru adalah jawaban paling efektif dari luka-luka itu. Ibaratnya Tanah habis digali, supaya gak bolong dan gak bikin genangan, kemudian ditutup Tanah lagi. Ada juga sebagian kecil yang mengatakan bahwa obatnya adalah waktu. Mengapa? ini ada analoginya lagi...
Bayangkan kamu seorang petinju. kamu babak belur dalam suatu pertandingan, lukamu dimana-mana, kemudian, apakah kamu akan tanding lagi? Tidak kan, tentu kamu akan menghela nafas sejenak, mengumpulkan kembali tenaga-tenagamu untuk bertanding lagi.

Memerlukan waktu.

Mengapa bertanding? Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika kita memutuskan untuk jatuh cinta, kita harus bersiap-siap untuk patah hati. entah kecewa, kehilangan, meninggalkan dan ditinggalkan. menyakiti dan disakiti. Tidak ada yang sempurna, tapi ada yang namanya utuh. Bagaimana? Mereka yang mampu dan bersedia memahami satu sama lain. Mereka yang bisa memanajemen hati dan perasaannya, fikirannya, menyetel seeeeminim mungkin pengharapan. Mereka yang berprinsip bahwa kompromi adalah hal yang penting dalam berjalan beriringan.

Jatuh cinta dan patah hati dua-duanya memiliki seni. Dan yang namanya seni kan multiinterpretasi. menurut kita A, menurut merka B. Hmm... Yang perlu digarisbawahi adalah, walaupun klise, ini memang penting: Minimalisir pengharapan.
Kita tidak tau dinamika orang yang kita cintai saat ini. Sesuatu bisa berubah, manusia juga bisa, bukan?
maka untuk menyiasati patah hati adalah dengan cara memaksimalkan penerimaan. Apapun yang terjadi.

Kalo kata Eyang Habibie, sesuatu yang telah meninggalkan kita, ya udah, dibiarkan saja. Menyiasatinya bagaimana?

Perbanyak karya! 


Jika berkarya, maka kita akan menyibukkan diri dengan karya-karya itu. Suatu saat, skenario Tuhan pasti akan berjalan. Pasti.

Kita harus ingat bahwa, yang melewatkan kita adalah bukan yang terbaik untuk kita. Mungkin Tuhan punya cara lain untuk mempertemukan kita dengan yang terbaik. Teruslah berharap. Tapi sama Tuhan, bukan sama makhluk. Daan, lapangkanlah penerimaan, sebab... kita tidak pernah tau apa yang terjadi esok hari, bukan?

Kata Mas Gun penulis terkenal itu, karena yang baik, belum tentu tepat.

hidup akan terus berjalan bray!

Semoga kita bisa melihat segala sesuatunya dengan baik. Dan berpikir serta berperasaan baik terhadap segala sesuatu itu. Semoga kita diberi ketetapan yang tepat. Aamiin.

Tapi Ingat dua hal ini,

Meminimalisir pengharapan, memaksimalkan penerimaan.


Salam,
Futty

siap nikah 2018 :p

0 komentar:

Posting Komentar