environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Minggu, 05 Oktober 2014

Satu yang Harus Selalu Ada

hari ini saya berkunjung ke rumah sahabat saya. namanya Sinta (18). dia anak Jogja asli yang tinggal di daerah Kasihan - Bantul. suasana pedesaan begitu akrab dengan saya yang notabenenya dari desa. itung - itung untuk mengobati rasa kangen terhadap keluarga di kampung halaman.

keluarga Sinta adalah keluarga seniman. ayahnya seorang pelukis dan pembuat wayang. Sinta dan Mas Danang (kakak Sinta, 20) sangat pintar dalam melukis. saya tertarik dengan skets yang ada di buku kakak beradik tersebut. dirumah sederhana itu Sinta dan keluarganya menyambut saya sangat ramah. seperti orang jogja pada umumnya, mereka semua ramah dan menyenangkan.

saya mengenal Sinta dari sebuah event pada awal tahun 2013. dan sering bertemu di event sebidang. alhamdulillah, saya masih diizinkan untuk mengenyam studi lanjut di Jogja sehingga bisa mendekatkan diri saya dengan lingkungan dan orang - orang yang istimewa seistimewa daerahnya.

saya banyak belajar dari dia. hari ini, satu nasehatnya yang paling mengena adalah : "jangan terlalu banyak berekspektasi". dan itu dia katakan bukan tanpa sebab.
kadang kala, seorang memang membutuhkan perhatian, untuk usia remaja, kebanyakan menginginkan bahkan menuntut perhatian dari lawan jenis. namun... bukankah jika kita terlalu menuntut "seorang yang bukan siapa-siapa" kita, apalagi belum mengenal keluarganya... itu wagu? (aneh)

yaa.. seperti itulah. kita bisa saja punya orang spesial. namun pertemanan adalah yang paling utama. satu hal yang harus selalu ada : teman. teman yang bisa mengingatkan dan saling mengisi. teman yang saling berbagi dalam kebaikan, menasehati untuk menuju kebaikan, dan berbuat baik untuk kebaikan pula. semoga kita mendapatkan yang seperti itu. aamiin.

Sinta dan Saya :D


Read More

Sabtu, 04 Oktober 2014

Cerita si Mbak

もし もし 。。。^_^
おはよう ございます 。。。
Sebelumnya, SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA :)

hari ini saya ingin bercerita tentang pengalaman yang (bagi saya) bisa dijadikan pelajaran.
tadi pagi, saat saya dan teman satu kosan berangkat ke lapangan Grha Sabha Pramana untuk menunaikan ibadah sholat Idul Adha, saya bertemu dengan seorang yang harusnya saya memanggil dengan sebutan "mbak" tapi malah saya panggil "bu".

langsung saja, setelah pertemuan singkat dengan (panggil saja mbak Bunga) beliau, beliau banyak mengajak saya cerita (dan bahkan mungkin lebih ke curhat). mbak Bunga duduk disebelah saya, saat masih menunggu jamaah lain datang, mbak Bunga banyak cerita tentang anak - anak. yaa menurut saya saat itu memang wajar saat kita berbicara tentang anak, karena kebanyakan jamaah putri di depan saya membawa serta anak - anak mereka untuk menunaikan ibadah sholat idul adha. anak - anak yang begitu lucu dan imut, mengenakan jilbab dan bercengkrama dengan bundanya, menanyakan kenapa sekarang banyak orang datang di lapangan, dan lain sebagainya. pemandangan yang mengharukan sekaligus menyenangkan.

Read More

Jumat, 03 Oktober 2014

THE ONLY ONE IN THE WORLD : EATING SOIL, UNIQUE CULTURE IN TUBAN

Tuban is one of the districts in the province of East Java - Indonesia. districts that are in the path of Pegunungan Kapur Utara and is located at an altitude ranging between 0-500 meters above sea level. The average land price in the form of ground limestone mountains on the mainland, and the clay around the Bengawan Solo wathersheads.
Tuban district communities have cultural eating smoked land, or so-called Ampo. in modern science, the habit of eating soil also called geophagy. in wikipedia, some experts say that geophagy an abnormal habits were classified as DSM-IV disorders.
Tuban district residents believe that eating smoked clay or referred Ampo, able to maintain digestive health, and it is also capable of treating various diseases.
Read More

Program MP3EI, harus bagaimana?

Perwujudan Program MP3EI Melalui Pendekatan Sinergi Triple Helix dengan Tinjauan Sistem Informasi Geografi



Indonesia ditargetkan memiliki pendapatan penduduk perkapita sekitar US$ 15.000 pada tahun 2025. Produk domestik bruto (PDB) mencapai sekitar US$ 4 trilyun, Dengan demikian, Indonesia akan menyandang predikat baru sebagai negara berpenghasilan tinggi. Sebagai acuan, pada tahun 2010 pendapatan perkapita penduduk di Indonesia hanya sekitar US$ 3.000 dan PDB sekitar US$ 700 milyar. Maka akan muncu suatu pertanyaan, bagaimana kita mampu mencapai target tersebut? Apakah seluruh pemangku kepentingan negeri ini bersinergi mewujudkannya? Jawabannya adalah harus mampu.
MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ) merupakan upaya yang dilaksanakan untuk mempercepat dan memperkuat pembangunan ekonomi sesuai dengan keunggulan dan potensi strategis wilayah dalam enam koridor. Antara lain : Koridor Sumatera, Koridor Jawa, Koridor Kalimantan, Koridor Sulawesi, koridor Bali – Nusa Tenggara serta Koridor Papua – Kepulauan Maluku.
Read More