environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Minggu, 23 November 2014

Gadis Berpita Merah


Hari ini aku bertemu dengan gadis berpita merah. rambutnya panjang bergelombang. dia terlihat sangat anggun dengan baju putihnya. gadis berpita merah nan elok dipandang mata. bukan cantik, tapi manis. manis semanis gendhis. begitulah aku menyebutnya.
Hari ini, aku berkenalan dengan gadis berpita merah. gadis itu bercerita bahwa hari ini dia akan mulai mengorbit kembali. tak peduli entah berapa benda angkasa yang menghalanginya mengitari bintang. gadis berpita merah itu tersenyum padaku. senyum tulus penuh keceriaan. senyuman paaaling melegakan dari semua senyum yang pernah aku lihat. dia bilang, hari ini dia sedang berbahagia. aku tidak menanyakan mengapa. karena dari matanya, semua candanya dapat terpancar.
Hari ini, gadis berpita merah mengajakku mengunjungi kerajaannya. sebuah ruangan yang berukuran 2 kali 2 meter itu.. dia sebut sebagai kerajaan. dindingnya penuh coretan! aku bingung, kenapa gadis-serapih-itu... bisa membuat coretan - coretan pada dindingnya. dan aku tanya, mengapa? dia bilang, coretan itu adalah bukti bahwa dia hidup. suatu saat nanti, semua coretan itu akan terwujud. mimpi - mimpi yang dia torehkan disana. mimpi - mimpi yang baginya takkan sempurna jika hanya untuk menggapai dunia fana.
lantas... ada satu hal yang membuatku tertarik. sebuah meja kecil yang terbuat dari kayu jati di plitur rapi. disudutnya terdapat sebuah keranjang kecil tempat meletakkan pensil. namun... ada sekuntum mawar merah yang diselipkan diantaranya. aku bingung lagi... kenapa? kenapa harus ada mawar merah disana? apakah dia sudah tidak sendiri??. tidak, dia jawab tidak. dia sedang sendiri. lalu, aku menanyakan padanya. darimana datangnya mawar merah itu? dia berkata bahwa mawar merah itu sengaja dibelinya. sebagai tanda cinta dirinya terhadap diri sendiri. bukan dari orang lain yang menaruh hati padanya. aku menanyakan lagi. gadis manis sepertimu, belum ada yang menaruh hati? dia menjawab : ada. namun tak ia izinkan. dia membuat benteng yang begitu terjal dan kokoh. sehingga tak sembarang orang bisa menaikinya. aku khawatir... bilamana tidak ada orang yang berhasil menaikinya? dia tersenyum. dan menjawab... bukankah orang yang cerdas akan menggunakan pesawat atau alat bantu terbang untuk membantu melewati dinding itu? bukankah orang cerdas selalu memiliki cara yang berbeda? hmm.. aku mengiyakan jawabannya. gadis itu tersenyum. lalu melanjutkan... "Di meja kecil ini, aku menulis semua rencana hidupku. termasuk rencanaku untuk membersamainya."
Aku tertunduk, dia sudah merencanakan hidup dengan seseorang! aku ingin tau, siapa orang yang sudah menarik hatinya. saat kutanya... dia hanya tersenyum ceria dan menggelengkan kepala. kemudian menjawab.. "aku tak tau".


Yogyakarta, 23 November 2014

Read More

Sabtu, 22 November 2014

Satu Hal yang Sering Terlupakan : KEMATIAN


Assalamualaikum. malam ini, tanggal 22 November menjelang 23 November, saya ingin menulis. ada latar belakang tersendiri kenapa saya mengambil tema ini. yaa selain sebagai refleksi diri, jugaa semoga tulisan ini bermanfaat bagi orang yang membacanya.
Kematian. satu kata yang sepertinya menyeramkan. satu kata yang terkadang kita sendiri lupa apa itu arti dari kematian? mengapa harus ada kematian? bukankah dunia ini begitu indah? hamparan sawah nan hijau, langit biru, gemuruh ombak dan sejuknya rintik hujan? mengapa disuatu saat... kita harus meninggalkannya?
Kematian. satu hal yang sering kita lupakan. bahkan... kesadaran dan kesiapan akan hadirnya pun... tak jarang kita abaikan. ditengah gegap gempitanya kesenangan bersama teman, jalan - jalan menghadiri tempat hiburan. dan mungkin sering kita melupakan tentang siapa yang memberikan kesenangan... teman... dan rasa bahagia itu kepada kita.
memang, terkadang kita harus bersemangat menjalani kehidupan. tapi esensi dari hidup itu sendiri bagaimana? bukankah diri kita sendiri yang membawanya? lantas, mengapa dalam kehidupan masih terdapat tabir hitam yang perlahan namun pasti menyeruak dan menghampiri? ketahuilah kawan, setan itu maha liciknya. kita menginginkan hidup sukses dan berkecukupan, mewujudkan cita - cita kesana kemari riwa - riwi demi mendapat IP tinggi dan beasiswa luar negeri. sementara... hati kita menginginkan pujian, sorakan, tepuk tangan saat kita dinobatkan sebagai mahasiswa berpestasi ataupun peraih beasiswa di negeri matahari. hmm...  semoga kita tidak yang termasuk di dalamnya.
dan., untuk apa kita hidup, sementara kita tau bahwa kita akan "dimatikan"?
tidak adilkah Tuhan? 
Tuhan itu Maha Adil... Dia tau yang terbaik bagi umatnya. Dia tau yang terbaik untuk kita. kehidupan kita didunia yang fana ini, tak lain dan tak bukan hanyalah untuk beribadah kepadaNya. betul kan?
Dia sudah menjamin siapapun yang menaati perintahNya dan menjauhi laranganNya dengan balasan yang setimpal.
jadi, bagaimana? apakah kita harus mengejar itu semua? tentu! cita - cita kita, gantungkanlah ia setinggi - tingginya. jika diniati dalam kebaikan dan ibadah, tak akan ada kata rugi dalam diri kita. sayangnya... banyak diantara kita yang menggantungkan cita - cita begitu tinggi tanpa memperhatikan esensi dan nilai ibadah terhadap Sang Pengabul Mimpi. 
Satu hal yang memang sering terlupakan dan terabaikan. semoga kita bukan termasuk orang yang melupakan dan mengabaikannya : Kematian.
"Waktu kita di dunia tidak banyak.. Tapi banyak diantara kita yang lupa waktu."
wallahualam bisshowab

Yogyakarta, 22 November 2014.
Ditulis di meja sederhana di sebuah ruangan bernuansa biru. meja sederhana yang juga sebagai tempat menulis rencana kehidupan. termasuk mengorek - ngorek diri.
Malam - malam dengan kilat.
Wassalamualaikum Wr Wb.

Read More