environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Jumat, 30 Januari 2015

Esensi Kecantikan

Kali ini saya ingin "membicarakan" hal yang sudah umum disinggung. namun perlu digarisbawahi, bahwa ini adalah pendapat saya pribadi terlepas dari beberapa pengetahuan saya mengenai kecantikan. Jika ada yang ingin menambahkan, monggo di kolom komentar :)

Kecantikan adalah hal yang paling "didambakan" oleh kaum hawa. Banyak diantara kita menyibukkan diri dalam hal - hal berbau kecantikan fisik dengan tujuan bisa terlihat cantik. Jujur sebenarnya saya lumayan prihatin ketika melihat para wanita diluar sana lebih mengedepankan "kulit luar" dan mengesampingkan hal -hal yang lebih "esensial". Jika diibaratkan buah jeruk, kulit luar yang kita lihat sebelum makan, kemudian kita kupas selanjutnya kita buang. Brung! selesai! sementara itu, yang kita makan adalah daging buahnya. enak tidaknya, tergantung kita yang merasakan. karena kata "enak" menurut pendapat tiap orang berbeda.

Read More

Kamis, 15 Januari 2015

RONA



Rona. aku dengar namanya sering disebut oleh seseorang.

Rona, seorang gadis kecil sederhana yang selalu mengikat rambut ikalnya. wajahnya memelas. terdapat kantong mata yang terlihat jelas, mata sumbab yang selalu mencoba menyipit untuk tersenyum.

Rona. aku dengar... orang - orang sering membicarakannya. katanya, gadis itu selalu tersenyum dimanapun. tak peduli hujan usai dan musim silih berganti.dia selalu membawa serta layang - layang jingga untuk diterbangkan di tanah lapang.

Rona, katanya, dia pernah menanyakan kepada orang - orang, dimana keluarganya? dan tak seorang pun bisa menjawab. hanya dengan kebohongan seperti "ayah ibumu sedang berangkat haji." lalu, Rona kembali mengiris tawa. membawa serta rasa ingin tau. berlari mencari jawaban atas pertanyaannya.

Rona. Aku pernah melihatnya. diujung langit senja. dia tertawa lepas membagi kehangatan meskipun matanya terlihat sumbab. temaram padam perlahan. namun bibirnya masih melukiskan senyuman. tiba - tiba Rona datang padaku. menanyakan "Kak, dimanakah keluargaku?"
sejenak hening karena semua terdiam. -aku tidak bisa menjawabnya-

"kak?" katanya lagi. duhai, aku tidak bisa menjawab memang karena tidak tau....

Rona kemudian menyodorkan bukunya kepadaku. buku yang lebih tebal dari buku - bukuku. buku yang terlampau berwarna - warni, buku yang didalamnya terdapat huruf apik hingga berantik. Rona mengiris senyum untuk kesekian kalinya.

Rona, gadis kecil yang mampu menuliskan kisahnya hingga setebal itu. gadis kecil yang entah dari-mana-asalnya tegar menjalani hal - hal yang disebut kehidupan. gadis berkulit sawo matang dengan kaki telanjang, kembali berlarian. sesekali berteriak.... "Apa Kabar, Mentari?" lalu mukanya kembali memelas. mencari tau jawaban atas pertanyaannya. atas jalan pikirannya.

hingga suatu ketika senja perlahan mulai berakhir... Rona pun membaur bersamanya.
Read More