environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Kamis, 19 Februari 2015

Perjalanan Empat Negara #4

Setelah beberapa hari libur nge-blog....
hehe

cerita dilanjutkan #4 : akhir cerita kali ini sekaligus hikmah.

pada tanggal 11 Februari 2015,.. kami harus pulang ke Indonesia. sehari sebelumnya, kami kehabisan uang. dan untuk naik taksi ke Bandara pun tidak cukup. disana ada problema : rupiah tidak bisa ditukarkan ke Kyats, dan... *tara banget iini* Taraaa!!! kartu kredit Futuha tertelan ^_^ walhasil, kami kere mendadak. hahaa

akhirnya, inisiatif saya dan Winda pergi ke Embassy. sebelumnya, kami menceritakan problema kami kepada dormmate kami yang berasal dari Malaysia dan Jepang. mereka juga mengalami problema yang sama. Ringgit dan Yen tidak bisa ditukarkan ke Kyats. okedeh dan dolar mereka tinggal sedikit.

apa karena iba gitu ya, kami besoknya pulang dan tidak punya dana bahkan untuk naik taksi, Joice, teman kami dari malaysia memberikan kami $3. kami sempat menolak, namun dia memaksa. akhirnya kami mengantongi $3 itu. hehe

dengan $3 sebenernya tidak cukup untuk naik taksi ke bandara. karena harga taksi ke bandara adalah $7. akhirnya kami memutuskan untuk ke Embassy tanpa Adit. teman kami yang dari Jepang saat setelah mandi mengejar kami dan memberikan $3 kepada kami. padahal kami sebenarnya tau dia juga tidak punya dolar lagi untuk berkeliling Yangon. namanya Hiroko Diana. asal Tokyo. yang menghabiskan liburannya di Myanmar. dia langsung memeluk saya dan meminta saya untuk menerima dolar. saya dan Winda sempat menolak, dia memeluk kami lebih erat dan mengatakan "karena kita teman.." *dan dengan itu, seorang Futuha yang susah terharu akhirnya tersentuh juga hatinya*. kami menerima pemberian Hiroko dan berjanji akan mengembalikannya ketika kami sudah mendapat dana dari embassy. akhirnya....
dua orang perempuan jalan kaki 2,5km di negeri orang. dan Adit tidak mengetaui ini. hehe. sesampainya di Embassy, kami disambut oleh dubes Indonesia di Myanmar. dengan wajah melas dan kucel kami diijinkan masuk ke dalam kantornya. kami menceritakan banyak hal yang kami alami disana. dan.... dengan wajah iba, dubes memberikan kami sejumlah dolar dan kyats serta jajanan halal khas sana. sementara itu, kami pulang diantarkan dengan mobil pribadi kedubes. hehe

sekitar pukul 17.50 waktu sana, problem solved! uang sejumlah $30 dan 20.000 kyats ada ditangan! kami mengembalikan kembali uang Joice dan Hiroko. akhirnya, pukul 06.00 pm kami berangkat menuju Yangon International Airport.

Read More

Jumat, 13 Februari 2015

Perjalanan Empat Negara #3

Walopun cuma sejenak, yang namanya perjalanan tetap perjalanan lah yaaa :3 wkwkwkkw

oke.. Melanjutkan yang kemaren, mengenai kegiatan inti kami. Conference.

karena banyaknya request temen - temen yang ingin diceritain, jadi saya blog-kan saja. kan ga cuma temen - temen dekat saja yang tau, semoga bisa memberi manfaat bagi pembaca,

#CONFERENCE#
Salah satu alasan pergi keluar negeri dengan bau akademik wqwqwq hahahao


Read More

Kamis, 12 Februari 2015

Perjalanan Empat Negara #2

"Jalan"...

HAAIII JALAN LUAS TERBENTANG DISANA!!!!
wkwk entah kenapa saya bersemangat menuliskan ini (pukul 18.13). okelah, setelah kami dari Thailand, kami melanjutkan perjalanan ke....

#MYANMAR
Inti dari kegiatan kami : Asia - Pasific Chemical, Biological, and Environmental Society Conferences.
International Conference on Food and Environmental Sciences (ICFES 2015). Dan alhamdulillah (sangaaatt). paper kami di publish di International Journal of Environmental Sciences and Development :))


konferensi ini dilaksanakan pada tanggal 8 -9 Februari 2015 di Grand United Hotel, Ahlone - Yangon, Myanmar. oiya, Myanmar memiliki 2 ibukota. Naypyidaw (juga dibaca Nay Pyi Taw) adalah ibukota nasional Myanmar yang sekarang, berlokasi di Desa Kyatpyae, Kota Pyinmana, Propinsi Mandalay. sebagai ibukota pusat pemerintahan. dan Yangon yang terletak di downtown area sebagai ibukota ekonomi / pusat perekonomian. Ibukota Myanmar jaman doeloe kala adalah Bagan. disana terdapat banyak sekali situs - situs arkeologi terutama peninggalan agama Budha.mata uang Myanmar adalah "kyats" dibaca "cat" ditulis "ks". 100 kyats setara dengan Rp.1000;
akan banyak cerita yang kami alami selama 3 hari disini *jengjeeenggg... (*ngelanjutin nulis lagi pukul 22.40)

++cari penginapan++
Penginapan di Myanmar itu mahal cuuyyy!! kami mendapat sebuah penginapan atau lebih tepatnya hostel di kawasan Chinatown (kalo di Indonesia ya anggap aja kayak pinggiran sungai Code / Ciliwung ._.v) seharga 150rb per malem. dan itu bentuknya kayak dorm gitu. dalam tiga malem, kami mendapat 4 kenalan dormmate berbeda, dua dari Jepang, 1 dari Malaysia, dan 1 dari Prancis. 
wifi disana ngg.... mungkin kencengan di audit merapi kali ya hahahaha *ketauan sering nyolong wifi* dan, hotel kayak yang pas di conference itu harga per malem adalah $75! itu sih katanya hotel bintang 5 disana. tapiii masih bagusan Marbella Suites pooollll!! dan kalo dibandingin dengan hotel bintang 3 di Yogya, nampaknya prefer di Yogya daripada di Myanmar *not recommended buat bulan madu ya* 

kawasan street 9 Chinatown
bentuk perumahan disana emang vertikal. penduduk dikawasan ini rata2 adalah bermatapencaharian sebagai pedagang.
dan yang kurang bikin nyaman disana adalah sistem irigasi. akan banyak ditemukan sampah - sampah dan hmm... kotoran anjing hehe. 

++transportasi++
dari segi inilah saya menaruh perhatian lebih pada negara ini. transportasi disini sangat teratur. kita tidak akan menjumpai motor berkeliaran. melainkan kendaraan umum dan pejalan kaki. sehingga tidak ada yang namanya kemacetan. suasana jalan yang sepi ditambah dengan kondisi atmosfer Myanmar yang bisa dibilang antara tropis-subtropis mengakibatkan saat - saat bulan seperti ini udaranya sangat berdebu. daun - daun gugur ditemukan hampir disepanjang jalan. dan akibat debu ini, produksi upil akan meningkat *abaikan masalah upil*.
di persimpangan jalan Bago
++Makan++
Subhanallah banget ya bagi yang hidup di negara yang mayoritas muslim. disini semua serba "pork-pork" wkwkwkwk. susaah sekali nemuin makanan yang halal. hingga pada akhirnya setelah registrasi tanggal 8 kami mampir ke "central food *katanya" dan membeli mie kuah. ampun rasanyaaa.. seberantakan apapun saya memasak, mie ini... *ah yasudahlah, lapar. sudah dimakan aja.


... kisah selanjutnya mengenai conference, perjuangan mendapatkannya, apapun hal didalamnya, kenalan - kenalan cakepnya *weiseh, jalan - jalannya, dan lain - lain, akan di lanjutkan besok. 
karena penulis merasa sangat ngantuk, jadi say "bye!" (pukul 23.00)
masih ada part 3 dan part 4. 

bonus foto nih :p







Read More

Perjalanan Empat Negara #1


Perjalanan 4 Negara

Ini hanya kisah perjalanan biasa.. jadi saya akan menceritakannya dengan santai dan tidak formal. wkwk

Indonesia, Thailand, Myanmar, Singapura

Kenapa Indonesia masuk kedalam salah satu kisah perjalanan? Yap! Karena kita memulai perjalanan dari Negeri Tercinta
...Indonesia...

#INDONESIA
Memulai perjalanan dari jalan kaliurang km 4,5 gang kinanthi no 2 (re :kosan tercintah), dianter oleh kakak kos tercintah (re : Mbak Inung), salim dan cipika cipiki sama temen kos tercintah (re : Elmo), kemudian cus ke stasiun Lempuyangan. Yang mana keretanya hampir berangkat dan kita baru sampai.
Sesampanya diatas kereta, kita berada di gerbong no.8 dan beberapa menit sesudah itu keretanya berasap. Orang – orang disekitar kami sempat panik. Namun kereta segera berhenti dan teknisi berdatangan. Apa coba? AC nya terbakar!

Kami tiba di stasiun pasar senen pukul 11.36. dan walaaa... cari kamar mandi dan taksi. Taksi menuju bandara memang cukup mahal. Namun lebih mahal lagi kalau kena taksi non argo.
Awalnya kami memang ditawari oleh bapak – bapak supir taksi yang di taksinya tidak ada ID taksi. Okelah, berikut akan diuraikan sedikit tips “naik taksi” :
  • Carilah taksi yang “legal”. Maksudnnya jelas organisasinya (re : Argo). Biasanya bapak supir taksinya memiliki kartu nama dan berseragam.
  • Sebisa mungkin hindari supir taksi yang “memaksa” kita untuk menaiki taksi mereka.
  • Tanyakan harga. Biasanya, harga argo jauh lebih murah karena mereka menggunakan perhitungan harga berdasarkan jarak dan sudah ditetapkan oleh pihak yang berwenang.
  • Pintar – pintarlah tawar menawar wkwkw


Harga taksi kami dari senen – soekarno hatta adalah Rp.170.000 include pay jalan tol. Sementara bapak supir taksi yang sebelumnya itu.. menawarkan Rp.300.000 . gila!
Sekitar setengah jam setelah itu kita sampai di terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta. kami bergegas memasuki bandara dan menyiapkan segala macam bentuk tiket kepulangan (karena awalnya ada masalah dengan sistem). yaa dengan "perjuangan" akhirnya kami bisa menyelesaikan masalah - masalah itu terutama masalah finansial.
Sekitar pukul 04.40 kami melakukan check in. dan dikenai "Airport Tax", yang merupakan pajak bagi warga domestik yang akan bepergian keluar negeri satu orang sebesar Rp.150.000; pada pukul 06.00 kami berangkat menuju......

#THAILAND
Sampai di Thailand sekitar pukul 11.15 di Don Mueang International Airport Bangkok. lantas kami melanjutkan jalan - jalan sejenak. oiya, mata uang Thailand adalah Baht. 1 baht setara dengan sekitar Rp.400; karena kami sebelumnya sudah menukarkan mata uang rupiah - baht di Indonesia.. Jadi kami langsung cuuss. eits, penitipan koper per orang 75 baht.

Perjalanan kami lakukan menggunakan bus umum dan membayar 23 baht per orang. di Thailand lalu lintas bisa dibilang sangat crowded. bayangkan saja macet lebih parah daripada Jakarta / Jogja. . Kami mengunjungi beberapa tempat seperti misalnya di Monumen Bersejarah, Gedung pemerintahan, Pagoda – pagoda, dan Khaosan. Khaosan merupakan suatu jalan tempat berjualan souvenir dan makanan. Kalo diibaratkan di Indonesia seperti di Jalan Malioboro.
salah satu tempat yang dianggap suci oleh masyarakat

pagoda

kawasan jalan khaosan
kendaraan di Thailand sangat berbeda dengan di Indonesia. tau Bajai? 
kendaraan ini di Thailand dinamai "TAXI"
TAXI Thailand
sementara itu, untuk taxi - taxi seperti di Indonesia dinamai "Taximeter". di Thailand bus nya sangat panjang. dan untuk bus non AC di malam hari, kita tdak dikenakan tarif alias gratis.

sekitar pukul 21.00 waktu setempat kami kembali ke bandara. oiya, di Thailand kita akan cukup kesulitan mencari air. toiletnya pun (di bandara) otomatis tanpa air. bisa ngebayangin ga? wkwk. akan ada 3 masalah utama ketika di Thailand : e*k, pip*s, dan macet. harus pikir2 dulu untuk perihal kebersihan disana. daan, mushollanya di Bandara yang segede itu cuma ada 1. okelah kita menunggu check in pukul 4 pagi dengan tidur di Musholla. hehe. toh banyak ko yang tidur disitu.

*** 


Read More