environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Selasa, 25 Agustus 2015

Bertindak sebagai Perempuan (Surat Balasan)

.....
...
Perempuan (14): Mencintai sewajarnya, membenci sekadarnya, bersyukur sebanyak-banyaknyaSemangat pagi, mbloooo Fut. Apa kabar? Semoga selalu baik ya. Semoga makin baik. Apa ya mblo. Jomblo, Lu! Ide darimu untuk menulis: Mencintai sewajarnya, membenci sekadarnya, kemudian bersyukur sebanyak-banyaknya itu hufet. Gila. Lu udah kayak Mario Teguh aja. Bijak tingkat Dewa Siwa. Sedang Mbak Dita, salah satu tempat segala hal dalam hidupku bermuara sedang tidak ada di Solo. Jadi aku harus bagaimana? Padahal aku begitu butuh menanyakan pendapatnya menyoal kalimat metamutiaramu(?) eh apalah aku.
Read More

Selasa, 11 Agustus 2015

The Random Trip (Cerita Perjalanan - Mbolang ke Surakarta)

"Maaf mbak, tiket ke Tasikmalaya nya habis sampai tanggal 12..."
Glaaarrr...
"Gimana?"
"Yaudah ga jadi. ga memungkinkan"
diam sejenak....
"Besok ke Solo yuk, naik prameks". Ceritanya, Futuha jadi pemrakarsa buat mbolang (re : mbocah ilang) ke Solo. -- teman percakapan diatas : Priyambudi Hari Putranto

Akhirnya, setelah dikecewakan oleh PT KAI *tsaah kita memutuskan buat balik ke kampus, ke sekre GSC. Pasca perayaan ulang tahun Mas Domi yang telat, disana ada banyak temen. Terus nyeletuk "ada yang besok bersedia ke Solo?" tanggapannya macem - macem. Misal "jam berapa?" "besok banget po?" "gileee"... dsb.

Jadi, singkat cerita, ada 5 orang yang bersedia diajak membocah ilang ke Solo.
Taraaa!!
Debrina Agnes, Dominikus Yoeli Wilson, Futuha Helen Sara, Ika Heppy Putri Lase, dan Priyambudi Hari Putranto. *urut abjad*
Hari, Mas Domi, Futuha, Mbak Debi, Mbak Ika Lase

Kami berangkat dari stasiun Lempuyangan. Pukul 06.00 Futuha dan Hari berangkat dari tempat tinggal masing - masing menggunakan sepeda. Mas Domi dan Mbak Ika Lase menggunakan TransJogja, sementara Mbak Debi diantar mama tercinta :3. Tiket kereta api Prameks seharga Rp.8.000; per orang. Prameks merupakan kereta api yang melayani rute Yogyakarta - Surakarta. Pokoknya sekitaran itu. Hehe. Kereta yang kami naiki berangkat pukul 07.42. Ngapain aja di stasiun? Diskusi! Sadar nggak sih, ruang terbuka yang menyediakan tempat duduk di Indonesia ini sangat sedikit ditemui? Itulah efek antek - antek orde baru. Dimana pasal 28 UUD dipertanyakan. Jika ada tempat yang seperti itu, makin memungkinkan suatu kelompok untuk berdiskusi bahkan mengkritisi kebijakan. Hehe.

Kereta berangkat 07.42 dan kami turun di Stasiun Purwosari pukul 08.40. Disana sebenarnya kami tidak memiliki rencana tujuan sama sekali. Kami hanya mengandalkan GPS dan GPS. GPS pertama yang dimaksud adalah murni aplikasi GPS yang ada di smartphone kami, sedangkan GPS yang kedua adalah Global Pitakonan Sistem. Alias mengandalkan bertanya jika tidak mengetahui.
Wait. sebelumnya, itu adalah ruteku bersepeda :3 Jadi, dari kosan tercinta ke stasiun lempuyangan. entah berapa km, bisa sesuaikan lah ya dengan skalanya :3 wkwkk

Hmm...
ini dia, Jogja - Solo
Jogja - Solo via Google Earth
Kebayang jauhnya? Biasanya kalau naik bus sekitar 2 jam. Tapi kalau naik kereta dari Jogja - Solo atau Solo - Jogja bisa hemat waktu se jam.

Taraaa!! ini dia trip random kami yang awalnya tanpa tujuan. Hahaha

Dari stasiun Purwosari, kita berjalan *tanpa tujuan* terus ketemu Taman Sriwedari dan bingung mau ngapain. Oke, sebenernya tujuan kami adalah mencari RTH (Ruang Terbuka Hijau) karena bingung mencari RTH di Jogja ada dimana *untuk kotanya* *abaikan*. Jadi, RTH itu dapat menjadi standarisasi kebahagiaan masyarakat kota. selain dapat digunakan untuk bersantai, RTH - jika pemanfaatannya benar- dapat digunakan untuk hal yang bermanfaat seperti meng-up-booming-kan urban farming. hehe. Akhirnya, kami menemui sistem jalan yang bagus di Solo. dengan adanya jalur pejalan kaki / trotoar, memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki, tukang becak, ataupun masyarakat yang bersepeda. Dengan demikian, tidak ada ceritanya orang yang bersepeda berdesak - desakan dengan mobil gedhe atau ratusan motor di jalan raya*curhat*. Salut! Meanwhile, kemacetan dapat diminimalisir.

Secara garis besar, Solo ternyata sudah menjelma menjadi kota dengan basis aktivitas perekonomian yang tinggi. Ditemuinya banyak tempat berdagang, hotel, ataupun bangunan - bangunan indikasi aktivitas perekonomian, menunjukkan bahwa kota ini terus berkembang. Hm... btw di Solo (tempat yang kami kunjungi) jarang ditemukan alfam*rt, ind*mart, dan kawan - kawannya lhoo! KEREN! kenapa keren?! mereka meminimalkan adanya politik perekonomian kapitalis! Why? sekarang tempat2 perbelanjaan dengan nama mentereng itu punya siapa? pemegang sahamnya siapa? tunggal jamak joint venture la la la nya?? Hmm.. abaikan pemikiran random ini hahaaha. disepanjang jalan yang kami jumpai, hanya ada toko - toko yang dikelola warga lokal. dengan demikian, perputaran uangnya masih berada pada dominasi warga lokal. CMIIW
Ini nih kenampakannya (kota Solo dan sekitarnya)... bisa dilihat pake geoplanner.com

Disana banyak dijumpai bangunan. Hal ini merupakan salah satu ciri pembeda desa - kota hehe *keingat mata kuliah berkode GPW dan GKP LOL* Okay, perjalanan random kami ini juga membawa misi menyampaikan selamat ulang tahun kepada Mbak Heni Ermawati, Bendahara GSC #10. Happy Milad Mbak Hen!! ada 5 foto di 5 tempat berbeda. hahha
salah satunya, iniii
Berfoto di depan patung di dekat Pasar Klewer. Captured by Futuha
Setelah itu, kita mengisi perut di Mie Gajah Mas. Mie nya enak sih, harganya yang enggak wkwkk. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Stasiun Balapan Solo.

Ing Stasiun Balapan, Rasane koyo wong kelangan, Koe ninggal aku....
Di kereta, kami berlima tertidur pulas. *Yaiyalah habis jalan kaki sejauh itu*. Trus pukul 14.05 kami sampai dii...
Pulang ke kotamu... Ada setangkup haru dalam rindu... ....Terhanyut aku akan nostalgia, saat kita sering luangkan waktu... Nikmati bersama, Suasana Jogja...
 Jogja! yups. The most romantic city ever :3 *cukupkan mblo* Niatnya Futuha mau beli sepatu gitu kan, akhirnya pergi gowes sama Hari dari Stasiun Lempuyangan (Daerah Operasi VI Yogyakarta wkwkkw) ke Jl. Solo. Muter - muter cari sepatu yang cocok... nemu deh warna abu - ungu. Tapi ga ada ukuran yang cocok -______-" KZL.

Walhasil, kami pulang ke kos. Sebelum itu, beli susu fapet dulu di Plaza Agro. Gaes, susu itu penting loh untuk masa pertumbuhan. Kalsium yang terkandung dalam susu, baik untuk perkembangan tulang dan gigi *apasiiih* wkwkkw.

Oiya, di Plaza Agro (Kompleks FAPET UGM) menyediakan berbagai macam sajian olahan dari peternakan maupun pertanian organik. Pokoknya cocok lah buat yang pengen menerapkan gaya hidup sehat dengan membeli sayur, buah, susu, atau kebutuhan lainnya di Plaza Agro. Jadi, kalau lagi di Jogja *bagi masyarakat luar Jogja* bisa mampir niih kesini... Kaliaja ada mas - mas kasir yang ganteng *ups  wkwk candaaa

Sesampainya di kos...
Tepar deh.

Pelajaran lain yang bisa dipetik adalah... Berikan waktu kita untuk orang - orang disekitar kita. Dengan berbagi kebahagiaan dan kebersamaan misalnya. Karena bahagia itu sebenarnya sederhana. maka sederhanakanlah versi bahagia kita :)

Mari berbahagiaaa~~
 
Read More

Rabu, 05 Agustus 2015

Di Sudut Kotamu (Cerpen)

Mendung menggantung. Pagi buta berhias kabut di penghujung jalanan. Para penarik becak sibuk mencari penumpang yang hendak membawa barang dagangannya ke pasar. Tempat yang selalu ramai. Walaupun disampingnya ada Bengawan Solo mengekor. 

Pagi ini tidak seperti pagi biasanya. Minggu pagi, sangat asyik, kan untuk melepas penat? apalagi setelah dijejali setumpuk teori di tempat belajar. Orang - orang asyik bersepeda kesana - kemari bersama keluarga, atau... sekadar jalan - jalan di alun - alun kota menyaksikan para pemuda - pemudi asyik ngobrol berdua. Mereka - reka kisah mereka, atau mungkin merencanakan masa depan. Ah, tidak ada yang tau. Termasuk aku -- yang selalu tidak ingin tau.

Sudah ku bilang, tak seperti biasanya, kan? Ini akan menjadi pagi yang spesial. Aku - dengan sepeda biruku akan menjadi makhluk hidup - tak hidup paling berbahagia pagi ini. Oke. Jalanan ini akan menjadi saksi, betapa hatiku loncat - loncat dibuatnya. Badan gemetaran, mata berkunang - kunang, semesta seolah mendorong bahwa...

Akulah satu - satunya.... Yang akan bersamanya.

Sejenak aku menyandarkan sepedaku disamping pohon rindang, kemudian menghirup udara segar. Berharap hati-yang-tak-karuan ini akan mereda. Menjadi stabil seperti sedia kala. Temaram kabut jalanan. Aku melihat sosok-itu-datang. Semakin mendekat.... Kacamatanya lembab, mengembun. Sweater biru bertuliskan huruf "H" besar dibagian depan semakin meyakinkanku bahwa itu... Dia!

"Sudah lama menunggu?"

Aduhduuuhh... Jantungku semakin loncat - loncat tak karuan, mungkin sudah tidak bisa membedakan aliran darah mana yang harus melewati arteri dan yang harus melewati vena. Atau oksitosin ku mulai meledak? Entah. Aku memerah.

"Nggak kok..." Jawabku, menggantung memang, karena aku bingung mau membicarakan apa lagi.

"Mmm... Apa kabar? Sehat?" Lanjutnya mengawali pembicaraan.
"Alhamdulillah... seperti ini keadaannya. Hehe." Gugup, gup, gup, gup!

Kemudian aku duduk di pembatas jalan. Dia menyandarkan sepedanya di sisi pohon yang lain dan mengambil jarak sekitar satu meter di sampingku. "Oleh - oleh" - sambil menyodorkan sebuah kotak bergambar Paris.

"Hah?" Tanyaku, bingung. salting, atau entah apalah.
"Iyaa... Suka warna ungu, kan? Itu hasil rajutanku selama liburan musim panas."
"Uwooowwww!!! Keren sekalii!! Boleh aku pakai?" Ah, kegirangan. Kegajean, entah ke-apa-an-ku lah keluar semua.
"Silakan..." Jawabnya sambil tersenyum.
"Heheheheee..." Kemudian aku meringis.

Sebuah syal berwarna ungu bertuliskan huruf "H" berwarna abu - abu terlihat cantik aku kenakan. H adalah salah satu inisialku. 

Bengong, diam semua. Burung nuri berkicauan. Matahari mulai muncul. Kabut - kabut menghilang dan jalanan mulai ramai.

"Bojonegoro... Hmm..." Dia mulai membuka pembicaraan lagi.
"Lumbung pangan dan energi. Haha" lanjutku.
"Benar... Tapi kalau siang semakin panas saja ya. Haha"
"Yee... Mentang - mentang udah pernah tinggal di negara yang musimnya enggak tropis. Songong ih. Haha"
"Akhiri saja semua dengan 'haha'"
Tawa pecah : Hahahahahahahahahahaha


.... Masih berlanjut
Read More