environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Selasa, 22 September 2015

Merangkai Seruni

"Ada hati yang termanis dan penuh cinta, tentu saja 'kan ku balas seisi jiwa. Tiada lagi, tiada lagi yang ganggu kita. Ini kesungguhan... Sungguh aku sayang kamu." - Kahitna, Cantik

Ada banyak cara menikmati kebersamaan dengan orang - orang terkasih. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membagi kebahagiaan sebagai wujud kesyukuran atas apa yang telah kita dapatkan. Syair lagu datas menggambarkan bunga seruni yang cantik. Ah, entah apa hubungannya. Sepertinya saya sedang dilanda kasmaran. Entah dengan siapa. Yang saya tau, saya menorehkan tulisan ini dengan rasa bahagia pasca menelpon keluarga dirumah. Menanyakan kabar, berbicara, bergurau dan bercanda, kemudian tertawa bersama meski hanya via suara. Hehe

Segala hal memiliki dimensi keindahannya masing - masing. Ada si A menganggap bahwa seruni itu indah, ada si B yang menganggap seruni itu biasa - biasa saja, bahkan ada si C yang selalu membanding - bandingkan seruni dengan mawar putih nan elok rupa. Itulah perspektif atau pandangan orang yang berbeda - beda. Toleransi sangat diperlukan, penghargaan terhadap perbedaan mutlak ada.

Namun tidak semua orang paham akan hal itu, terkadang, mementingkan ego jauh lebih dielu - elukan. Termasuk saya juga masih seperti itu. "Jadilah Pembelajar yang Baik", begitu yang disampaikan oleh Prof.Suratman tadi pagi sebelum mengakhiri kuliah Ilmu Tanah. Ada banyak cara ketika kita ingin merangkai kebahagiaan, memberikan cinta kepada sesama, kemudian menghargai setiap perbedaan.

Pernahkah kita berfikir bahwa satu senyuman dapat mengubah raut muka orang yang awalnya nelingsut menjadi mengembang? turut tersenyum bersama kita! Taukah kita, dengan kita memeluk seseorang yang dilanda kesedihan, dapat menurunkan tingkat stress atau kesedihannya. Taukah kita, bahwa hanya dengan menanyakan kabar kepada orang tua/sahabat yang jauh/teman kenalan yang mungkin sudah hampir lupa dengan kita, dapat memberikan ketertarikan jalinan kasih sayang yang bermuara pada hubungan horizontal. Taukah kita... Hal - hal kecil itu yang dapat kita lakukan!

Layaknya lebah pada seruni, layaknya simbiosis mutualisme. Hendaklah kita dapat mencermatinya, mengambil sebaik - baik keputusan dengan dasar terbaik versi kita.

Jadilah pembelajar yang haus belajar.

Peringatan untuk diri sendiri.
Yogyakarta, 22 September 2015.
Setelah beberapa hari tidur selama 3 jam.


Mari menebar sayang!

Read More