environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Minggu, 11 Oktober 2015

8 Bulan dengan 12 yang Berkesan : Sepenggal cerita PIG

"Hapus semua dendam, Hilangkan semua prasangka, kemudian terbanglah kemanapun engkau mau tanpa beban~"

Tidak terasa, delapan bulan kami menjalani amanah ini~
Flashback! Jika normalnya seorang anak terlahir ketika bulan ke-8, perumpamaan, saya ini abnormal lahir di divisi PIG (Pengkajian Isu Global, EGSA). Ketika teman - teman telah melakukan sesi pendaftaran dan wawancara, saya masih asyik "mbolang" dan kemudian terakhir mendaftar itupun sudah lewat batas pendaftaran, bahkan yang mewawancarai sampai datang ke - kosan. Hingga pada suatu hari pengumuman terpasang, Oh nama saya ada di kepengurusan EGSA rupanya. di Divisi Pengkajian Isu Global. Syukur. senang, sedih, khawatir, bangga, entah apapunlah yang bercampur menjadi satu. Tidak bisa dijelaskan. Antara awang - awang nyemplung organisasi HMJ dengan rutinitas perkuliahan yang begitu padat, dua organisasi lain yang telah saya ambil (saat itu, semester 1 saya masih 3 organisasi). Rasanya mikir - mikir tidak jelas. Takut kalau tidak bisa memanagemen diri, takut ini takut itu. Gaje lah! 

Pada postingan saya delapan bulan yang lalu, saya memposting tentang AD/ART EGSA, saat ini saya akan memposting tentang kesan saya selama 8 bulan bersama EGSA khususnya PIG *ini nulis pasca ETT yak haha*.

Delapan bulan. Bukan waktu yang singkat, bukan waktu yang mudah dilewati begitu saja, juga bukan waktu yang terbuang sia -sia. Delapan bulan bersama sosok - sosok yang luar biasa : Mamah Naisa Aqila selaku koordinator divisi, Mbak Sintha Prameswari Santosa, Mbak Hira Delta Saputri, Mas Galih Dwi Jayanto, Mas Muhammad Fariq, Reinaldy Pratama Putra, Tatak Puji Wahyudi, Kurniawan Andre Cahyono, Atik Fauzia, Tania Dewanti, Melati Ayuning Putri.

Kemarin, dilakukan ETT (Evaluasi Tengah Tahun) kepengurusan EGSA. Bukan tengah tahun pas sih... tapi lebih 2 bulan haha :D Yang kita lakukan adalah mengevaluasi kinerja selama kita bersama *ciyeee* *puter -puter* haha. yaa intinya itu. Spesialnya, di acara ETT EGSA kali ini, panitia dari divisi PKO mendatangkan seseorang yang Futuha ga pernah sangka bakal ketemu dan tatap mata secara langsung. Yaps, Birrul Qodriyyah. Mahasiswa Berprestasi UGM 2013, dan bejibun inspiratif lainnya. Pwwrrrrrrr..... SO WAW!!!! intinya so waw! susah diungkapin, apalagi untuk seukuran orang yang udah lama nge-fans dan nge-kepo-in. Pokoknya meledak - ledak deh! *alay mode on*

Ada aura yang luar biasa yang saya tangkap dari Mbak Birrul. Bukan karena beliau mapres atau telah mendapatkan ratusan penghargaan lainnya. Bukan, melainkan karena hal - hal yang telah banyak beliau lakukan untuk orang lain, untuk lingkungannya, untuk keluarganya, pokoknya banyak. Hm, sudah dibilang, susah diungkap. Terimakasih PKO sudah mendatangkan Mba Birrul yang juga bisa me-recharge semangat kami untuk bisa memaksimalkan kontribusi dan pengabdian di dalam sebuah organisasi namun juga harus tetap prestatif. Dari mba Birrul ini, saya ingin sekali menuliskan suatu hal yang berjudul "Jangan jadi Perempuan yang Biasa - Biasa saja". Tapi rasanya saya malu sendiri. Memangnya saya siapa? telah melakukan apa? Tidak pantas sekali, kan? Hm. Tapi setidaknya kalimat itu bisa menjadi motivasi untuk terus berproses. Menjadi perempuan yang luar biasa, tentunya? Baiklah, Nanti saya salah fokus lagi... bahasannya terlalu banyak, kwkw

8 bulan bersama PIG dengan 8 proker. 2 in progress. Proker pertama kami adalah diskusi bulanan 1. Bedah buku "Applied Geomorphology" karya Hermann Th.Verstappen oleh Prof.Sutikno selaku penerjemah. Pada acara tersebut diramaikan pula oleh pameran dan bazar buku ilmu geo-kompleks dari penerbit Ombak. Acara berjalan sukses dan lancar. Disusul kemudian Diskusi Bulanan ke-2 sekaligus acara "Earthvironment Week 2015" yang berisi lomba debat, exhibition dan talkshow dengan judul "Air di Jogja Asat, Fakta atau Isu Belaka?" Menimbang berbagai macam fenomena yang ada di masyarakat yang mencakup ilmu geografi, Divisi pengkajian isu global mewadahi setiap topik yang ingin didiskusikan dengan mendatangkan panelis atau pembicara sesuai bidangnya. Acara EW 2015 berjalan dengan sukses dan lancar. Kemudian diskusi ke-3 barusaja kami lakoni, yakni tentang Kota Berketahanan Iklim, kami membantu penyelenggaraan acara dari hibah dosen dengan wadah berupa diskusi dan talkshow. Acara ini dihadiri oleh BMKG dan beberapa komunitas lingkungan seperti Jogja Berkebun, YFCC, KOPHI dan lain - lain. Diskusi bulanan ke-3 sukses dengan dimoderatori oleh Mas Mega Dharma Putra yang juga alumni PIG hehe. 

Selain diskusi bulanan, setiap bulan PIG mengkaji fenomena / isu baik lokal maupun global untuk dimuat di website egsa.org. Dalam pelaksanaannya, setiap bulan selalu ada isu - isu baik lingkungan maupun yang berhubungan dengan environmental geography dapat diangkat. Hal tersebut menjadikan produktivitas kami meningkat kwkwkw baik dalam hal latihan menulis ataupun berpikir kritis mengenai isu yang terjadi serta memberi manfaat bagi orang lain yang membaca, yakni supaya dapat mengetahui isu yang terjadi pada saat ini, penyebab, masalahnya dan opini cara penanggulangannya, Weiii... wkwk. Bukan hanya menerbitkan tulisan ke website atau mengadakan diskusi secara langsung dan mendatangkan pembicara. Akun grup line PIG juga ramai dengan diskusi ketika ada isu menarik seperti misalnya kemarin ada yang ngejarkom buat naroh ember berisi air garam pada jam 10 pagi supaya bisa hujan. Yakeleeeeessss.., Hm, kadang ini yang bikin manusia pada ricuh : media. Banyak yang nge-share tanpa meninjau ulang bener/salahnya. Apaalagi samapi diatasnamakan pihak lain yang tidak pernah menyatakan kebenaran tersebut atau yang memerintahkan hal tersebut. Duh pucing adek bang.

Baiklah... Kami saat ini sedang menjalankan amanat memegang event terbesar EGSA, yakni EGSA Fair. Ketua EGSA FAIR tahun 2015 adalah Mas Galih. Nah, mungkin bagi temen - temen yang ingin tau atau bahkan minat dalam serangkaian acara egsa fair, bisa diakses melalui website egsa (fair.egsaugm.org). Tema EGSA Fair tahun ini adalah "Manajemen Bencana : Integrasi Keilmuan menuju Indonesia Tangguh Bencana" dengan tema Exhibition adalah "Disaster Blaster" *ada lanjutannya sih, tapi nanti aja, rahasia. wkwk*. Sebelum memasuki acara inti EGSA Fair, telah banyak persiapan yang dilakukan oleh panitia, salah satunya dari Divisi MIJ yang selalu update komik mengenai kebencanaan di Indonesia. Selain itu, teman - teman GEL juga berpartisipasi aktif menyebarkan informasi mengenai EGSA Fair dengan harapan, tujuan dari pelaksanaan event EGSA Fair ini tersampaikan kepada seluruh pihak, memperkenalkan jurusan Geografi Lingkungan kepada publik. 

Welly, kalo bahas event, EGSA gabakal ada habisnya. 8 bulan jalan dan banyak sekali progres yang telah dilaksanakan. Bahasanya, Paseduluran ora Luntur. di EGSA terutama PIG saya merasakan kekeluargaan yang saaaangaaat kental. Orang - orang yang bisa menerima dan saling mendukung *ciyeee* wkwk. Intinya, Loveable lah!

Akan banyak sekali cerita tentang PIG, keterbatasan otot membuat saya mengakhiri tulisan kali ini. Mungkin lain hari akan saya sambung dengan catatan - catatan PIG. 
Read More

Minggu, 04 Oktober 2015

PADA AKHIRNYA...

Pada akhirnya, semua akan kembali pada Tuhan.
Pada akhirnya, semua tangan akan menengadah kepadaNya.
Pada akhirnya, semua keputusan Dia-lah yang menentukan.
Pada akhirnya, semua dasar pengambilan keputusan ada pada-Nya.
Pada akhirnya, semua akan kembali pada Tuhan
Pada akhirnya, semua akan mengakui bahwa ada Maha Kuasa
Pada akhirnya, titik berat pengambilan dasar ketuhanan akan kembali kepada Tuhan
Pada akhirnya, kau akan bertanya - tanya kepada Tuhan. Benarkah yang selama ini kau lakukan?
Pada akhirnya, semua nista akan terurai. Mengaku hina diri dihadapan Tuhan.
Pada akhirnya, saat kau sendirian, ada Zat yang tetap berada ddekatmu, sedekat urat nadi.
Pada akhirnya, semua akan kembali pada Tuhan
Pada Zat Yang Maha Memberi
Pada Zat Yang Maha Mengampuni

Read More

Sabtu, 03 Oktober 2015

Ketika Hujan Menyapa

Oktober :)

source : http://40.media.tumblr.com/tumblr_majbd8Y1ot1rb7nv8o1_500.jpg

Pancaroba II berakhir... Dan, aroma hujan akan menyapa.

***

... Semua terdiam, aku - kamu dan bintang yang seolah tetap pada bidang edarnya. Padahal tidak. Malam terlalu menukik tajam untuk menjelaskan romantisme yang kita rasakan...

***
Kemudian, Sederhanakanlah...

https://www.youtube.com/watch?v=60W7isIyxos

***

Sederhanakanlah....

Jika ada kisah cinta yang lebih sederhana, lantas mengapa orang - orang di luar sana menganggap kisahnya sebagai hal yang rumit?

Sederhana saja, kan?

Love is like the wind, I can't see, but I can feel it.


***
Hujan akan segera datang. Lantas mengapa masih meratapi kemarau?

***
Sederhanakanlah....


Jika disana musim gugur mulai menyebarkan aromanya, disini hujan juga sudah mulai menghembuskan baunya. Sama - sama jatuh. Entah dalam bentuk daun atau presipitasi yang lain.

Sama - sama terbawa oleh angin, dan.... Menerima begitu saja. Membiarkannya, lalu merasakan keikhlasan.

***
Jika kisah cinta kita bisa dijalani dengan sederhana, mengapa tidak?

***
Kisah kita tidak akan sebatas hujan dengan teduh. Tidak. Aku harap demikian. Karena walaupun hujan berhubungan dengan teduh, hujan tidak akan pernah bersama teduh. Teduh selalu datang ketika hujan reda.

***
Tulisan pendek di pagi hari. Subjeknya masih dirahasiakan oleh Sang Rabbi.


With Love



futuhasara
Read More