environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Senin, 04 Juli 2016

Dua Tahun Berlalu : GSC (Part 1)

        Ketika awal masuk kuliah, terdapat banyak sekali penawaran UKM. Bahkan, ketika baru pertama mendapat jas almamater, di depan gelanggang mahasiswa sudah banyak brosur bertebaran. Ketika itu pula, saya berfikir mengenai UKM apa yang hendak saya ikuti. Dulu sempat bisa memainkan piano, sehingga saya berfikir untuk mendaftar Gadjah Mada Chamber Orchestra (GMCO) tapi ya... Tidak jadi, kemampuan saya tidak sebagus dulu - waktu masih kecil, masih ada piano di rumah. Hahaha. Saya kembali mendapatkan brosur, dari beberapa UKM penelitian dan pengkajian. Sempat tertarik, tapi saya memutar otak saya kembali. Untuk UKM penelitian, haruskah saya ikut di univ atau di fakultas? Mengingat di Fakultas juga ada. Takutnya nanti kalau ikut yang di univ, saya tidak bisa membagi waktu dengan baik, menimbang kesibukan akademik di fakultas dan memang, saya (dari awal masuk kuliah) berniat menggeluti bidang akademik. 
       Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti salah satu UKM penelitian di fakultas, yakni Geography Study Club. Kesan pertama yang terbesit saat itu adalah : Apaan ini ya GSC, kok jarang kedengeran? Ga ada eyecatching nya sama sekali... Mana karya - karya nya kok ga ada yang dipajang? Ya. Kesan yang terlalu buruk selevel pendeskripsian pertama mengenai UKM itu. Sampai akhirnya saya mengikuti beberapa kegiatan SIC (Small Intensive Class) yakni kegiatan "orientasi awal" bagi penghuni baru sekre orange itu. Kegiatan SIC serasa sangat membosankan, disuruh bikin esai, nulis mimpi, kunjungan ke sekre UKM penelitian fakultas tetangga, dan beberapa teman - temannya. Akhirnya dari 6x SIC yang diwajibkan, saya sering membolos. Hitungannya saya membolos sebanyak 3 kali. Padahal kelompok SIC saya itu keren - keren. Ada siapa saja? Muhammad Fathan Mubin, Irvan Agung Kurniawan, Amandita Ainur, Andiyanti Putri, Kurniawan Budi, Arief Wicaksono, Dita Wulandari, Kharisma Suci, dan Lina Indriyani dengan pemandu Mba Dita Pebrianti Wratsongko dan Mba Desy Aprilia Sari.
       Suatu ketika, dalam agenda 'pembolosan' saya, saya mlipir ke University Club, ada acara : Indonesia-Japan Joint Scientific Symposium. Akan ada beberapa presentasi ilmiah disana, dan saya mau 'nonton'! Soalnya salah satu panelisnya adalah dosen yang sangat saya kagumi ketika pertama menjadi Maba : Prof.Muh Aris Marfai. Saya sudah sampai di sana. Mampus! Ga ada nama teman yang saya kenal - yang hadir dalam acara tersebut. Kira - kira itu diselenggarakan bulan Oktober 2014. Masih cupu - cupu nya, ga kenal banyak orang. Saya datang, dan melongo sebentar. Hm... Kira - kira saya disini mau gimana ya? Ah yasudah lah PD aja. Pikir saya seperti itu. Hingga ada seseorang yang datang. Saya merasa familiar. Oh ya, mas yang mengisi salah satu acara Ramadhan di Fakultas beberapa minggu yang lalu, mantan Presiden GSC juga. Tapi saya lupa namanya. Mas itu mendekat di sebuah stand gama press - dan saya juga disitu. Trus, ya karena "ah bodo amat", saya nyeletus dan bertanya... "Mas mau ikut acara ini?" (dan sejujurnya pada saat itu saya merasa geblek se geblek gebleknya) trus mas itu menjawab "iya, eh, kok rasanya pernah ketemu ya? Kemarin ikut acaranya JMG itu bukan?" "Weehh.. Iya, Hehe. Saya ngintit ya mas, soalnya saya bingung harus ngapain dan sama siapa." "iya iya, yuk". Walhasil saya mengikuti mas itu, ikut absensi, masuk ke ruangan, duduk di sampingnya (duh pokoknya udah kayak bocahnya beliau banget) tapi belum mengenalkan diri.
          Ya, masih berprinsip "ah bodo amat" saya bertanya namanya, Mas itu adalah Chaidir Arsyan Adlan, Presiden GSC 2013, Singkat, saya memperkenalkan diri saya dan bilang kalau saya hari iini membolos agendanya GSC (SIC). Di sela mendengarkan presentasi, kami sedikit - banyak mengobrol dan bertukar fikiran. Kesan saya ketika itu adalah : WOW. WOW. WOW. Saya suka cara pemikirannya! Dan btw mas, sampe saat ini, kalau saya lagi di ruang akademik FGE, beberapa staff masih sering ngomongin mas loo.. Dibahas kemana - mana. Haha, kayanya melegenda banget. Sejak saat itu, entah kenapa, saya penasaran dengan anak - anak GSC yang lain. 
               Berhubung saya di jurusan Geografi Lingkungan, otomatis saya lebih dekat dengan kakak - kakak angkatan di GEL, saya mengenal dengan baik sosok - sosok yang menurut saya pantas dijadikan role model. Siapa saja? Kalau baca ini jangan ke-GR-an ya mas - mas mbak - mbak sekalian :p wkwkk. Setelah kenal lama akhirnya jati diri kalian terungkap juga! ahahaha *evil mode*, ooke, mereka adalah : Mas Yoesep Budianto, Mas Rizal Faozi Malik, Mas Indra Agus Riyanto, Mba Isna Pujiastuti, dan Mba Tety Widyaningrum (PW). Saya suka sudut pandang mereka, berdiskusi dengan mereka, bertukar pengalaman dan tetekbengeknya, kebetulan mereka juga aktif di beberapa event GSC sehingga makin penasaranlah saya dengan organisasi itu.
           Suatu hari, saya 'melipir' ke sekre, disana ada Mba Heni Ermawati, Mba Ratri Ma'rifatun Nisaa, Mba Warastri Laksmiasri, dan beberapa mas - mas yangg tidak saya ketahui namanya. (Dan akhirnya tau kalau mereka adalah Mas Reza Kamarullah, Mas Dominikus Yoeli Wilson, dan Mas Azzadiva Ravi Sawungrana. Keseluruhannya adalah 'pembesar' GSC kala itu). Saya bertanya - tanya mengenai UKM ini, bertanya mengenai buku - buku yang dijual, dan pokoknya saya menjadi makhluk Kepo terhadap UKM ini. Saya banyak berdiskusi dengan mereka dan memantapkan niat untuk menjadi bagian dari keluarga besar GSC, 
             Akhirnya, saya memutuskan untuk tidak membolos SIC lagi. Hehehe. Saya dengan kelompok SIC saya sering ketemuan, bertukar pendapat, berbagi pemikiran dan itu sangat asik! Ujung - ujungnya, saya jatuh hati dengan GSC karena orang - orang didalamnya, dengan opini dan pemikiran yang mereka miliki.Pemikiran 'unik' yang mungkin tidak akan saya dapatkan di sekre lain. Orang - orang yang telah memutuskan menajadi bagian dari GSC, berarti mereka adalah orang - orang yang berani mencampuradukkan pemikiran mereka, dan juga karakter, terutama integritas yang tertanam kuat. (ya walaupun tidak semua anal GSC punya integritas yang tinggi wkwk. FYI, akhirnya 'integritas' dijadikan kata kunci sekaligus tema utama PPSMB Geospace tahun ini. Wakakakaka *evilmode* *akhirnya diplomasi gue lancar*).
             Pada sekitar bulan November, diadakan open recruitment pengurus GSC, saya bingung mendaftar apa, sudah diambil formulirnya, akhirnya saya mengisi 2 pilihan, pilihan pertama PSDM, dan pilihan kedua PB (Pengembangan Bahasa). Tapi saya rasa, saya ingin berkontribusi tanpa adanya sekat 'divisi' disini. Akhirnya, saya memutuskan 'mengolor' waktu wawancara saya, saya bertemu Mas Azza waktu itu, beliau tanya "Futuha daftar apa? sudah wawancara?" dan jawaban saya "Belum mas, hehe, PB dan PSDM. Tapi saya mau membersamai GSC saja mas, apapun posisi dan jabatannya, itu tidak penting." Beberapa malam setelah itu, ada telfon dari nomor Mas Azza, tapi yang nelpon cewek, bingung lah saya, ternyata itu Mba Heni, yang menanyakan apakah saya sudah jadi wawancara? saya jawab belum, dan pada saat itu saya ditawari menjadi sekretaris GSC, antara bingung dan senang, akhirnya saya mengiyakan (walaupun track record saya itu umumnya jadi bendahara, karena galak sih, jadi disuruh malakin orang hahaha). Okelah, walhasil waktu itu saya diberi amanah sebagai sekretaris 3 GSC. 
                  Waktu berjalan cepat, saya dibersamai PH yang lain, yang juga luar biasa : Mas Azzadiva sebagai ketua, Mas Rifqi Fathurrahman sebagai Sekjen, Mba Riesa dan Mba Arina (mamah sekretaris), Mba Heni, Mba Dita dan Novela (trio cantek bendahara), Mba Nur Satiti dan mas Muchsin (duo kadiv riset), Mas Dominikus (Jaringan), Mas Reza (PSDM), Mas Adhera (PB), dan Mba Zealandia Sarah (Media). Nama - nama itu adalah pengurus harian GSC periode 2014/2015. 
                   Hahaha, bosen ya bacanya? kayak teksbook panjang banget dan bikin mabok? wkwk its okay, Tulisan ini akan saya lanjutkan, mungkin ada beberapa part lagi. Wkwk. Sebelum mabok lebih lanjut, saya akhiri dulu part 1. Selamat ber-oleng ria membaca tulisan - tulisan saya. Haha. Kongslet. 

Read More