environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Jumat, 01 Juni 2018

WINDA DAN HATI YANG BAIK

foto th 2015 dan 2018



Suatu sore sekitar pertengahan 2014, mungkin kali ke sekian perempuan itu menginjakkan kakinya ke kota yang… mmm… katanya dia, menyenangkan dan nyaman. Masih ingat betul ketika kami dipertemukan di acara PPSMB Geospace, pertemuan pertama kami sebenarnya pada saat OSN 2013. Beda bidang, tapi pada saat itu kami hanya sekadar saling tau nama. Belum kenal. Pertemuan selanjutnya selalu menyenangkan. Kami sama-sama diterima di jurusan yang sama melalui jalur yang sama. Waktu itu sih Namanya kumpul perdana mahasiswa SNMPTN 2014 di jurusan kami. Ya, semuanya mengalir begitu saja.

Kami semakin dekat ketika mengikuti beberapa event yang sama. Masih ingat dengan jelas, mimpinya kala itu adalah menikah muda, menjadi ibu yang baik, dan berbakti kepada suami, sementara saya... yaa... pokoknya nih, pokoookknyaaaa..... aku nikah belakangan aja! Mau sekolah lagi! Mau nge-dosen! Haha. Mimpi saya masih menggebu-gebu pada saat itu. Ada yang lebih menggebu lagi: pokoknya aku harus dapat suami cakep! Titik. Tanpa koma. Dia hanya tertawa dan mengaminkan.

Masih ingat juga... ketika kami di negara antah berantah, kehabisan uang, VISA dan Mastercard hilang, lalu kami berjalan sore-sore sekitar satu jam perjalanan jalan kaki ke KBRI negara tersebut... menceritakan kepahitan yang kami alami, ditraktir makan oleh staff KBRI, lalu diberi uang (biar bisa pulang ke Indo) hahahaha. Katanya pada saat itu sih, kita tu Fut, sebagai wanita, harus kuat dua hal: hatinya dan fisiknya.

Oh pantes kamu milih geografi ya biar fisiknya juga ter-tempa. Alasan yang baik.

Atau...
Malam hari, dengan jalan kaki, tiba-tiba saya membuka pintu kosnya, bercucuran airmata. Dia peluk, dia suruh saya cerita, dan dia mendengarkan. Kemudian memberi arahan dan saran sesuai persepsinya.

Lugas, dewasa, penuh kasih sayang, dan cantik dari kebaikan hatinya.

Windarti Wahdaningrum.

23 Mei lalu mungkin adalah hari membahagiakan, bisa jadi juga menyedihkan. Winda resmi bergelar Sarjana Sains (S.Si). Ada rasa haru baginya, artinya dia telah menyelesaikan tanggung jawabnya kepada dirinya sendiri dan orangtuanya untuk pendidikan strata-1. Di ikhwal yang berbeda, sebagai anak pertama, tentu dia memikirkan, mau apa setelah ini.

Kemarin winda menghubungi saya, waktu itu saya masih UAS di Sanata Dharma. Dia bilang, katanya mau menginap. Saya tidak menaruh curiga apa-apa dan biasa saja karena saya pikir Winda ingin mendapatkan suasana yang berbeda atau malah ingin menemani saya.

Malam itu Winda bercerita banyak hal. Tentang apa saja yang dialaminya, kisah-kisahnya, persepsinya, kebingungannya. Hingga saya sadar bahwa Winda menginap karena dia sudah tidak punya kos di Jogja. Tanggal 1 Juni dia harus meninggalkan Jogja. Yang artinya… saya akan sangat jarang bertemu dia lagi.

Dan di titik itu saya sadar, Winda ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengan temannya yang sangat rempong ini. Dari sore hingga sore lagi, kami makan Bersama, tidur Bersama, ke toko buku, belanja, maskeran, lalu... saya harus terpisah dengan Winda sampai entah kapan.

Dan disinilah titik, bahwa… kita harus siap ditinggalkan sahabat kita satu per-satu. Kelulusan artinya adalah menyiapkan diri untuk berpisah. Karena ada jalan yang masing-masing dari kita harus menempuhnya. Karena ada harapan baik di setiap perjalanan ke depannya. Dan kita tentu tidak bisa melulu terus bersama, kan?

Sore ini,
saya mengantarnya ke pintu gerbang kosan, kekasihnya sudah menjemput dan mereka akan ke rumah Winda. Sore itu pula Winda kejedot pintu. Saya menertawakan,
Sore itu,
sesaat setelah melambaikan tangan dan kembali lagi ke dalam rumah,
pipi saya basah.
Oh. Ternyata saya menangis.

Ada dua tangisan sederhana: bahagia karena sahabat saya telah memulai kehidupannya yang baru setelah kelulusan, sedih karena... saya belum siap menanggung rindu. Saya belum siap mencari orang yang selalu bersedia uuntuk saya, menerima keluh kesah, cengengekan, dan hal hal absurd lainnya.

Pada akhirnya...

Sampai jumpa di lain hari Win, terima kasih atas hati baiknya yang ditularkan kepada orang-orang disekitarmu. Saling mendoakan ya, Win... semoga lekas mendapatkan pekerjaan, dan menikah dengan orang yang kamu inginkan.

Read More