6 Alasan Mengapa Kita Perlu "Healing" ke Alam!

By Futuha Sara - 16.30

 


“Money, social status, plastic surgery, beautiful houses, powerful potitions – none of these will bring you happiness. Lasting happiness comes only from serotonin, dopamine, and oxytocin.” – Yuval Noah Harari

  

Di zaman serba digital dan arus informasi yang begitu pesat saat ini, rasanya banyak ya di antara kita yang sulit mendefinisikan kebahagiaan dengan sederhana. Beberapa di antara kita mengukur kebahagiaan berdasarkan pencapaian materi, banyaknya uang yang dihasilkan, status sosial, pasangan yang rupawan, barang-barang bermerk keluaran terbaru negeri Paman Sam…

Tidak jarang rasa membanding-bandingkan mulai muncul, overthinking kalau kata anak muda jaman sekarang. Ditambah lagi dengan kesibukan kita sehari-hari, seperti bekerja.. mengurus keluarga.. dan masih banyak lagi. Perasaan-perasaan yang membuat diri kita sulit bersyukur dan bahagia tentu seringkali muncul, kan?

Beberapa hal pasti sudah sering dilakukan, seperti meditasi, beribadah, work out, dan upaya-upaya menjaga kewarasan lainnya.. tapi, pernahkah kita coba untuk sejenak keluar, menikmati alam, merasakan angin berhembus sepoi-sepoi di antara celah telinga dan rambut… menghirup udara segar di pagi hari ditemani embun dan pepohonan yang rindang…

Hal ini mungkin bukan hal baru bagi kita. Di Jepang sendiri, ada namanya praktik “wellbeing” yang dikenal dengan shinrin-yoku atau “forest-bathing”, bukan berolahraga/berlari/semacamnya, simply kegiatan ini dilakukan dengan hanya berada di alam. Mengoneksikan diri dengan merasakan, mencium, mengamati, dan mendengarkan apa-apa saja yang ada di lingkungan alam sekitar kita.

Kegiatan healing ini (kalau anak jaman now mah) bisa menjadi alternatif untuk “unplug” dan me-refresh pikiran. Tentu, dengan tidak memerlukan banyak biaya. Cukup dengan menginjakkan kaki kita di alam terbuka, mematikan gadget, dan menikmati setiap momen yang ada.

Nah, ternyata… ada beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dengan healing di alam loh! Apa saja ituu?

Menurunkan tingkat stress dan risiko depresi

Sebuah studi di Belanda menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di alam dan melakukan kegiatan seperti berkebun dapat mengurangi tingkat stres lebih baik dibandingkan dengan kegiatan rekreasi lainnya. Dalam studi tersebut, satu kelompok orang diminta untuk berkegiatan di dalam ruangan setelah menyelesaikan tugas yang membuat stres, sementara kelompok lainnya diinstruksikan untuk melakukan kegiatan berkebun selama 30 menit. Kelompok yang berkebun tidak hanya melaporkan berada dalam suasana hati yang lebih baik daripada mereka yang berkegiatan di ruangan, tetapi juga memiliki tingkat hormon stres kortisol yang lebih rendah.

Membuat kualitas tidur menjadi lebih baik

berada di alam dan terpapar cahaya matahari akan memperngaruhi supply melatonin. Saat kita berada di bawah sinar matahari, melatonin dalam tubuh kita berkurang. Hal ini membantu kita bangun di pagi hari. Nah, tetapi.. dengan tidak adanya sinar matahari, kadar melatonin kita meningkat, kemudian membuat kita mengantuk. Mendapatkan sinar matahari di alam dan hormone melatonin pada porsi yang tepat akan meningkatkan kualitas tidur malam kita.

Menumbuhkan rasa bahagia dan meningkatkan produktivitas


Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kita-as a humanbeing dipengaruhi oleh hormon-hormon yang dihasilkan oleh tubuh. Tubuh kita memproduksi “hormon kebahagiaan” seperti serotonin dan oksitosin yang kadarnya dapat bertambah maupun berkurang. Kurangnya serotonin dan oksitosin ini akan meningkatkan risiko depresi.

Nah, ternyata paparan sinar matahari langsung dan udara yang segar dari alam dapat meningkatkan kadar serotonin dan oksitosin di tubuh kita. Artinya, if we have connected with nature. we have crossed the bridge to happiness.

Dan ketika kita merasa bahagia, tingkat produktivitas juga akan menjadi lebih baik, kan? hohoho

Salah satu upaya untuk bergerak dan mendapatkan vitamin D alami


Nah kalau ini sudah jelas banget ya! Ketika di alam, kita bergerak bebas dan menikmati paparan sinar matahari alami. Terutama saat jam-jam pagi, dimana udara masih segar dan cahaya matahari masih belum terlalu panas/menyengat. By the way kita juga patut bersyukur karena tinggal di wilayah beriklim tropis. Karena kita bisa mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun 😊

Oksigen yang cukup akan memunculkan perasaan tenang


Tingkat oksigen di otak kita berkaitan erat dengan kadar serotonin, neurotransmitter yang memengaruhi suasana hati/mood, ingatan, perilaku sosial, nafsu makan, dan lainnya. Seperti yang disebutkan di awal, kadar serotonin yang terlalu sedikit dapat memicu stress dan depresi. Menghirup udara segar dapat membantu mengatur kadar serotonin dan meningkatkan kebahagiaan maupun well-being. Niscaya privilege “ketenangan” yang dicari oleh banyak orang itu akan didapatkan! wkwk

Memberikan ruang istirahat untuk pikiran


Otak manusia membutuhkan sekitar 20 persen dari semua energi yang dihasilkan tubuh, dan kebutuhan ini meningkat 5 hingga 10 persen saat kita mendapatkan “tekanan”. Namun, saat tubuh beristirahat, otak tidak berhenti melakukan aktivitas. Ketika kita berada di alam / lingkungan alam yang tenang—otak kita akan dalam default mode network (DMN). Dimana DMN ini dikenal juga sebagai sirkuit kompleks komunikasi terkoordinasi antara bagian-bagian otak dan sangat penting untuk proses berkaitan dengan kesehatan mental dan membuat kita lebih “mindful”.

Secara tidak kita sadari, alam mem-provide segala hal yang kita butuhkan, termasuk untuk stress-relief dan menumbuhkan diri yang lebih positif. Tentunya akan sangat tidak bijak apabila kita tidak bisa menjaga alam dengan baik.

Ngomong-ngomong soal menjaga alam, Laleilmanino featuring Chicco Jerikho, Hivi! & Sheila Dara baru merelease lagu terbaru persembahan untuk alam! Judulnya adalah “Dengar Alam Bernyanyi”. Kamu juga bisa mendengarkan disini.

Sebagian royalti akan disumbangkan untuk kegiatan konservasi dan restorasi hutan hujan tropis di Indonesia lhoh! Atau, kalau mau donasi langsung juga bisa di link ini ya!

Mari jaga alam, biarkan dia lestari, agar tetap bisa bernyanyi!

 

Referensi:

https://time.com/5259602/japanese-forest-bathing/

https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/serotonin-the-natural-mood-booster

https://www.mentalfloss.com/article/60632/11-scientific-reasons-why-being-nature-relaxing

https://adventuretogether.com/8-surprising-reasons-why-nature-is-the-best-medicine/

https://pittsburghparks.org/why-nature-is-good-for-mind-and-body/

*semua foto dalam tulisan ini berasal dari dokumentasi pribadi

 

 


  • Share:

You Might Also Like

0 comments