environment . education . experiences | but sometimes just random post. enjoy :)

Rabu, 06 Januari 2016

Tentang "Aku" dan juga Mimpi

"Orang hanya mengenal namamu, sedikit yang tau perjalanan, suka duka, dan dirimu yang sebenarnya."

Saya tidak akan berbicara panjang lebar mengenai diri saya, tidak perlu menjelaskan secara detil kepada publik tentang saya, entah mau mengatakan saya sebagai seseorang yang judes dengan alis tebalnya, keras kepala, humoris, sedikit tomboy atau lalalala lainnya. Biarlah. Toh, orang lain juga tidak akan peduli. 

Malam ini saya mencoba merefleksi diri saya sendiri. Ya, tulisan ini lebih terkesan curhat. Jika Anda berkenan membaca tiap katanya, saya persilakan. Namun saya ingatkan, jika dalam benak Anda - bahkan hingga sampai kepada kalimat ini - Anda memiliki prasangka, tolong hentikan saat ini juga, dan tutup jendela website yang berisi alamat blog saya. 

Siang tadi, saya menghabiskan waktu saya, bersama orang yang saya sayangi di sebuah kafe bernuansa classy, lalu menuju sebuah rumah makan yang memiliki ciri khas rasa sambalnya, perjalanan kami lanjutkan menuju Masjid Gedhe Kauman - mencicipi sentuhan ilahiah- dan berlanjut lagi, sekadar windowshopping di sebuah Toko Buku yang menawarkan diskon gila - gilaan awal tahun. Saya merasa... Waktu begitu cepat berlalu. Membolak - balik buku, bercengkrama sebentar, tersenyum, membaca lagi, melihat jendela, yaa seperti itu. 

Kembali lagi, mengingat betapa saya, dulu, dan mungkin juga sampai sekarang. Memiliki sifat ambisius terhadap sesuatu hal. Memiliki target - target yang ingin dicapai dan rencana - rencana strategis. Setiap akhir tahun masehi saya selalu menuliskan target saya di secarik kertas. Saya masih ingat betul target - target saya di tahun 2012 - 2013 seperti... Juara Olimpiade Sains, Juara nanana, Juara nanana, Peringkat paralel nanana, Penghargaan nanana, pergi ke nanana, bertemu dengan nananana... Yaa pokoknya pada tahun 2013 itu... saya menuliskan sekitar 25 target. Tak tanggung - tanggung, 18 diantaranya goal! tercapai! Manis sekali rasanya, lebih dari 50%. Tahun 2014, masih sama. Menuliskan target pula. Tapi berkurang, keinginannya lebih sederhana walaupun terkesan membohongi diri sendiri : Lulus UN dengan nilai rata2 diatas 9 (btw nilai UN rata2 saya 8,7), Diterima di Institut Teknologi Bandung, FITB (Btw saya ga pernah daftar kesana), Liburan ke Jogja (Btw sekarang itu yang menjadi tempat saya mengenyam pendidikan tinggi) dan masih banyak lagi lallaalalalala lainnya. 

Tahun 2015, saya hanya menuliskan sebuah keinginan sederhana : mengabdikan diri di organisasi yang saya ikuti, dapat pergi ke luar negeri, mempublikasikan tulisan ilmiah, membuat novel/dongeng, lolos PKM didanai. ya! itu saja, dan alhamdulillah semua terealisasi. Ada beberapa keinginan lain sebenarnya, tapi saya tidak menuliskannya. Tahun 2016 ini, ada 20 target yang ingin saya capai. Loh, lebih banyak? Apa yang membedakan??

Selama ini, target - target yang saya capai terlalu egois, mementingkan kesenangan dan keberlangsungan diri saya sendiri. Porsi doa saya, sebut saja demikian, memunculkan ego lebih dan hanya berorientasi pada kepentingan pribadi. Saya adalah seseorang yang sangat menghargai proses. Saya tau, untuk menuju ke suatu tempat, kita tidak bisa memejamkan mata lantas menghilang. Semua butuh waktu. Dan, seiring berjalannya waktu, mengunjungi beberapa tempat, bertemu dan berdiskusi dengan banyak orang, keluar-masuk zona nyaman, dan ke-embuh-an yang saya rasakan, tertatih - tatihnya saya yang tidak diketahui oleh orang hingga saat ini - saya menuliskan tulisan melalui sebuah benda sebut saja laptop yang bunyinya seperti pengaduk tepung, jatuh - bangun karena harapan dan kekecewaan yang saya ciptakan sendiri,... 

Akhirnya, saya mengerti, mimpi tak melulu masalah kamu harus mengunjungi negara mana tahun ini, konferesnsi apa saja yang akan kamu ikuti, penelitian apa saja yang kamu geluti, bukan masalah seberapa banyak penghargaan entah penghargaan keaktifan berorganisasi atau prestasi, bukan masalah itu. Sungguh, bukan perkara itu. 

Ada keinginan - keinginan yang jauh lebih besar, pencapaian dan effort nya. Bukan melulu masalah pamor, kesuksesan - karena pada dasarnya kesuksesan memiliki definisi yang berbeda - , Tapi masalah kebermanfaatan. Mau mengambil peran apa nantinya. Itulah yang saya garis bawahi. Saya tau, sadar diri, usia 19 tahun tentu bagi sebagian orang masih dianggap sangat labil dan kurang pengalaman. Its okay, i can deal with it. Tapi saya pernah mengalami kegagalan, saya pernah merasakan kekecewaan yang meluap menjadi tangisan karena harapan. 

Jika saya gagal, saya akan mengambil kesimpulan : 1) usaha yang saya lakukan kurang besar, 2) Tuhan memiliki rencana lain. Simpelnya itu saja. Saya tidak berkata bahwa saya akan kehilangan mimpi - mimpi saya, tidak demikian. Mimpi - bagi saya adalah suatu dorongan untuk berproses lebih maju dari sebelumnya. Dengan bermimpi, ada kekuatan baru yang muncul dan harapan yang tumbuh. Namun dengan catatan, perwujudannya, seperti apa? Niatnya bagaimana? Sudah tepatkah? Ya, itulah yang saya garis bawahi untuk saat ini. 

Biarlah, saat ini, saya ingin menikmati semua proses untuk membangun target besar saya, 20 target yang saya tuliskan sebagai resolusi di tahun 2016 akan sangat sulit tercapai jika tidak ada usaha dan doa. Target - target itu sejatinya adalah puzzle, yang sebenarnya kelihatan sepele dan tidak muluk - muluk, namun akan sulit dijalankan tanpa keistiqomahan. Mau tau apa saja ke-20 menjelang usia saya yang ke-20 itu? Salah satunya adalah 5 waktu tepat waktu dan salah duanya adalah membaca minimal 2 buku dalam satu minggu. 

Saya yakin, dan saya percaya, saya dapat menuai tangga kesuksesan versi saya sendiri, dan saya bahagia karenanya. Saya didukung, bukan didorong. Akan ada energi yang mensupport dari depan, samping dan belakang. Hanya perlu melakukan yang terbaik di setiap kesempatan, menjadikan doa dan restu orang tua sebagai senjata inti, niatan sebagai pondasi, dan... Tuhan nantinya yang akan menentukan. 

Waktu begitu cepat berlalu. Jam sudah menunjukkan pukul 12.13 AM saja.

Semoga selalu dalam lindungan Tuhan.


Sleman, 6 Januari 2016



With Love,


futuhasara

1 komentar: